Untuk Semangkuk Rindu

Untuk Semangkuk Rindu

  • WpView
    Membaca 79
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadLengkap Kam, Feb 13, 2025
Semangkuk Indomie di atas meja itu tak lagi terasa sama. Aromanya masih sama, rasanya pun tak berubah, tapi kehangatan yang dulu menyertainya telah pergi bersama seseorang yang tak akan pernah kembali. Di kamar kos yang kini terasa hampa, ia duduk sendirian, mengingat tawa dan canda yang dulu memenuhi ruangan ini. Setiap suapan membawa kenangan yang mengusik rindu, mengingatkannya pada janji-janji sederhana yang tak sempat terpenuhi. Bagaimana caranya melupakan, jika semangkuk mie instan pun menyimpan kenangan yang begitu dalam? Untuk semangkuk rindu, untuk cinta yang tak pernah sempat diucap, ia mencoba berdamai dengan perpisahan yang tak pernah diinginkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Yang Tertinggal
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • NOSTALGIA
  • THE LONGING (COMPLETED)
  • RUANG RINDU
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan