DOA SEORANG IBU

DOA SEORANG IBU

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 14, 2025
Hana duduk di sisi kubur ibunya, jemarinya menggenggam tanah yang masih merah. Angin petang membelai wajahnya yang basah dengan air mata. "Ibu... Hana rindu." Suara itu pecah di bibirnya, bergetar bersama kesal yang tidak berpenghujung. Dia teringat setiap kata-kata ibunya, setiap nasihat yang pernah dia abaikan. Selama ini, ibunya tidak pernah marah, tidak pernah membenci-hanya berdoa agar Hana kembali. Dan kini, doanya telah dimakbulkan. Tapi Suri sudah tiada. Hana memejam mata, dadanya sesak dengan kesedaran yang datang terlambat. Namun dia tahu, doa seorang ibu tidak pernah terhenti. Ia akan terus mengiringinya, meskipun hanya dalam angin yang berhembus lembut di sekelilingnya.
All Rights Reserved
#845
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | ENAM √
  • Terkahwin dengan Sir! [Completed✅]
  • Silent Melody {Terbit ebook}
  • EVERISA
  • saldik one shot 🔞 (slow up)
  • 𝗛𝗜𝗝𝗜𝗬𝗔𝗧 [ OG ]
  • Akad Tanpa Rela
  • S2 ASPURI : BATAS [GL]
  • Mr.Headprefect Poyo [Edit]
  • My Darling Darlina (C)

Perkahwinan mereka bermula tanpa cinta, hanya persetujuan yang dipaksa oleh keadaan dan keluarga. Namun anehnya, tahun-tahun awal rumah tangga itu berjalan tanpa badai. Mereka hidup seperti dua sahabat yang keras bahasanya yang kadang bertelagah seperti musuh, kadang bergurau seperti kawan lama. "Pandailah kau. Kau berdua pergi sana ambil baldi, kain dan span. Tolong ayah kau ni basuh kereta," - Ashaa Mereka tidak pernah berbicara tentang cinta, namun empat orang anak menjadi saksi kepada kebahagiaan yang kelihatan cukup. Mereka sebuah keluarga yang bahagia. Tetapi, kebahagiaan keluarga itu sedang direbut satu per satu. Malapetaka menghimpit keluarga itu. Tetapi sebagai mukmin yang bertakwa, ia bukan sekadar malapetaka melainkan satu ujian keimanan sama ada masih di jalan Tuhan atau jalan Syaitan. "Kerana yang hidup akan diuji dengan iman. Yang mati akan Allah muliakan. Yang tinggal pula akan ditanya sejauh mana sabar dan percaya kita sama ada masih di jalan Tuhan atau tidak," - Haji Muzaffar START : 28 Januari 2026 [ P/S : Bacalah dengan jiwa yang sedar. ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines