Hati Yang Diam Diam Jatuh

Hati Yang Diam Diam Jatuh

  • WpView
    Membaca 96
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 20, 2025
Aku tidak pernah menyangka bahwa perasaan ini akan tumbuh. Bukan cinta pada pandangan pertama, bukan kisah romansa penuh kejutan hanya perasaan yang perlahan mengakar, tumbuh tanpa kusadari. Rufi bukan seseorang yang langsung menarik perhatianku, tapi entah bagaimana, setiap obrolan kecil, setiap tawa, setiap momen bersamanya mulai terasa berbeda. Aku mulai menunggu kehadirannya, mulai mencari namanya di antara daftar peserta mulai menyimpan momen-momen kecil yang mungkin bagi orang lain tak berarti. Namun, apa jadinya jika perasaan ini hanya bertepuk sebelah tangan? Jika akhirnya aku harus menyadari bahwa aku jatuh cinta sendirian?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#24
dramaromantis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Shadow That Fades
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • JINGGA [END]
  • Butterfly Effect
  • Admire Or Love
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan