Terlambat Untuk Kembali

Terlambat Untuk Kembali

  • WpView
    LECTURAS 45
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 15, 2025
Menunggu adalah bukti dari kesabaran dan cinta. Itulah yang diyakini oleh Zahra saat menerima komitmen Raka. Dia hanya meminta satu hal-kesabaran, agar Raka menunggunya hingga lulus dan mendapatkan pekerjaan. Raka setuju, berjanji akan bekerja keras demi masa depan mereka. Awalnya, semuanya berjalan baik. Mereka saling mendukung, saling menguatkan. Namun, lima bulan kemudian, Raka menyerah. Dia memilih pergi, mencari wanita lain yang siap dinikahi. Meninggalkan Zahra dengan luka yang tak berbilang. Dengan hati yang remuk, Zahra berdoa, meminta keadilan kepada Yang Maha Kuasa. Dan doa itu terjawab. Kehidupan Raka perlahan hancur-kariernya merosot, perempuan pilihannya menjauh, dan semua yang ia bangun runtuh di depan matanya. Ketika penyesalan menghantamnya, Raka ingin kembali. Tapi kini, Zahra sudah berdiri di puncak kesuksesan. Dia bukan lagi perempuan yang dulu bergantung pada waktu. Dan yang paling menyakitkan bagi Raka, Zahra tak lagi menoleh ke arahnya. Karena di dunia ini, tak semua orang yang pergi akan selalu bisa kembali.
Todos los derechos reservados
#927
moveon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • tentang sebuah rasa
  • LIFE AFTER BREAK UP [Setelah Hari Berganti]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Say Bye
  • Jangan Ada Air Mata
  • Behind Our Eyes
  • Diary Raka [Selesai]

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido