We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tanpa Nama

Tanpa Nama

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Beberapa nama hanya singgah, mengetuk sebentar, lalu pergi tanpa jejak. Tapi ada satu nama yang menetap, berdiam di sela-sela waktu, enggan pudar meski sudah coba dilupakan. Ini bukan tentang cinta yang utuh, bukan juga tentang perpisahan yang selesai. Ini tentang percakapan yang pernah mengalir, kini membisu di ujung senja. Tentang tatapan yang dulu saling mencari, kini hanya saling melewati, seperti angin yang sekadar menyapa. Sebagian kisah ini nyata. Pernah hidup dalam ingatanku, pernah tertulis di sudut-sudut yang tak bisa kusebut rumah. Tapi tidak semuanya. Ada yang kusimpan, ada yang kubiarkan kabur bersama waktu. Aku menulis ini bukan untuk mengenang. Tapi juga bukan untuk melupakan. Hanya untuk membiarkan namanya tetap ada, di antara kata-kata yang tak ingin beranjak.
All Rights Reserved
#683
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Ex or New? [REVISI]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • When his name is
  • KHAVI
  • DESA PUNYA CERITA
  • Pergi yang Tak Kembali..

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines