Tanpa Nama

Tanpa Nama

  • WpView
    LECTURES 79
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Beberapa nama hanya singgah, mengetuk sebentar, lalu pergi tanpa jejak. Tapi ada satu nama yang menetap, berdiam di sela-sela waktu, enggan pudar meski sudah coba dilupakan. Ini bukan tentang cinta yang utuh, bukan juga tentang perpisahan yang selesai. Ini tentang percakapan yang pernah mengalir, kini membisu di ujung senja. Tentang tatapan yang dulu saling mencari, kini hanya saling melewati, seperti angin yang sekadar menyapa. Sebagian kisah ini nyata. Pernah hidup dalam ingatanku, pernah tertulis di sudut-sudut yang tak bisa kusebut rumah. Tapi tidak semuanya. Ada yang kusimpan, ada yang kubiarkan kabur bersama waktu. Aku menulis ini bukan untuk mengenang. Tapi juga bukan untuk melupakan. Hanya untuk membiarkan namanya tetap ada, di antara kata-kata yang tak ingin beranjak.
Tous Droits Réservés
#20
jiro
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Bleeding Lady [completed]
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Oh My Captain
  • Ex or New? [REVISI]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • KHAVI
  • DESA PUNYA CERITA

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu