Transmigration To Colonial Era (End)

Transmigration To Colonial Era (End)

  • WpView
    Reads 2,786
  • WpVote
    Votes 1,480
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 9, 2025
Sinopsis Jakarta, 2025. Hidup sebagai remaja SMK di ibu kota terasa begitu menyenangkan bagi Geng Swag Single Ladies atau yang di singkat SSL. Aisyah, Tia, Qila, Indri, dan Lia. Mereka selalu tampil modis, selalu punya rencana seru, dan selalu kompak dalam segala hal. Namun, kebahagiaan mereka ternyata menyulut rasa iri. Keyzie, si pengadu domba ulung, memanfaatkan Angel, cewek yang selalu ingin jadi pusat perhatian, untuk membuat geng Swag terpecah. Tapi karena usahanya selalu gagal, Keyzie merencanakan sesuatu yang lebih gila membuat mereka kapok selamanya. Malam itu, semuanya berubah. Sabotase kecil di mobil mereka berujung pada kecelakaan tragis. Saat tersadar, mereka menemukan diri mereka bukan lagi di Jakarta yang modern, melainkan di tempat asing yang terasa seperti... masa lalu. Tidak ada gedung pencakar langit, tidak ada mobil-mobil mewah, tidak ada mall atau cafe langganan. Sebagai gantinya, ada rumah rumah bambu, sawah luas, dan tentara Jepang bersenjata yang berkeliaran. Tanpa WiFi, tanpa uang, dan tanpa jalan pulang, mereka harus bertahan di zaman penjajahan. Keadaan memaksa mereka melakukan sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan beradaptasi, berjuang, dan melawan. Dapatkah mereka bertahan dalam dunia yang kejam ini? Ataukah mereka justru menemukan sesuatu yang lebih berarti di masa lalu?
All Rights Reserved
#162
teleportasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Sudah Jodoh, Mau Bagaimana Lagi?
  • Antagonis Figuran
  • Polaroid
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Awan Hiasan [terbit]
  • [End✓]Mijn man is ziek
  • Transmigrasi Salavoka (Tahap Revisi)

Berawal jadi model hingga merambah ke dunia influencer membuat hariku menyenangkan. Gimana gak menyenangkan, kerja cuma modal cuap-cuap sendiri depan handphone tapi cuan mengalir deras. Bahkan dari profesiku itu, sebuah perusahaan dari Negeri Tirai Bambu tertarik untuk menjadikanku Brand Ambassador salah satu smartphone yang akan mereka keluarkan. Sumpah, gak nyangka banget. Aku yang hanya remahan rengginang tapi masih krauk untuk di makan, bisa jadi Brand Ambassador. Bukan kaleng-kaleng, Bestie... Tapi dari sana, aku bertemu dengan lelaki gila yang membuat hidupku jungkir balik seketika. Sampai aku akhirnya percaya bahwa cinta dan benci itu memang beda tipis. Mau tahu kelanjutannya bagaimana? Jangan lupa di iqro alias dibaca aja, oke? Oya, kisahku ini di tulis Ambu beberapa bulan yang lalu. Tapi Ambu baru posting sekarang karena katanya ceritaku gak mau gantung kayak tetangga sebelah. So, enjoy with my story. Halah, gaya-gayaan pake bahasa Enggres, nguomong medhok tok. Bekasi, 1 April 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines