Menjelang pernikahan resminya dengan Fajar, Prastiwi mendengar cerita kalau Fajar selama ini punya hubungan dengan sekretarisnya dan dengan banyak perempuan-perempuan lainnya. Tapi di lain waktu Prastiwi mendengar pengakuan Fajar sendiri yang mengungkap masa lalunya dan dia bersumpah sudah meninggalkan masa-masa kelamnya itu. Prastiwi tetap kukuh menerima Fajar dan akan tetap menjalani kehidupan bersamanya. Namun ia mulai goyah ketika menemukan sebuah undangan pernikahan yang bertuliskan nama Fajar dan sekretarisnya dengan tanggal yang sama dengan tanggal pernikahannya. Dengan keadaan marah dan hancur, ia bisa saja meninggalkan Fajar begitu saja seperti yang dulu pernah ia lakukan. Tapi ia sudah menyerahkan dirinya sepenuhnya pada Fajar. Dan ia juga tidak ingin kembali mengecewakan dan menghancurkan harapan ibunya yang sejak mula ingin menjodohkan dirinya dengan Fajar.
More details