VERA: HER SOUL

VERA: HER SOUL

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 9, 2025
Tidak ada titik jauh yang menjatuhkan diri sendiri. Tetapi, ada titik batas yang menjatuhkan diri sendiri. Masa lalu yang traumatis, membuat Elowen Virella kewalahan. tiap malamnya dihantui dalam bentuk mimpi buruk, mengikis kewarasannya sedikit demi sedikit. Ia menjauh dari kehidupan sosial, menutup diri dalam kesunyian yang dingin. Sisi tergelap dalam dirinya perlahan menelan harapan--hingga yang tersisa hanyalah keinginan sunyi untuk kematian yang ia sendiri tak sanggup hadapi. Namun di titik paling rapuh dirinya, seorang pria misterius muncul. Sosoknya asing, namun tatapannya... kosong, seolah tak memiliki kehidupan di dalamnya. Ada sesuatu yang tak manusiawi darinya-namun juga tak bisa dijelaskan; aneh. "Kau--sebenarnya siapa?" Cover by: @ProsaSastra SLOW BURN!
All Rights Reserved
#318
psikologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELVARETTA 1993
  • THE PSYCHOPATH MR.BILLIONAIRE[ M'ELECIUS series#1] [ TAHAP RE-PUBLISH & REVISI ]
  • The Price Of Obsession
  • BUKU KEHIDUPAN
  • DREAM
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • Psikopat Digital? [End]
  • [M] Homme Dangereux✔ || Jung Jaehyun
  • 𝓙𝓲𝔀𝓪𝓴𝓾 𝓨𝓪𝓷𝓰 𝓣𝓮𝓻𝓹𝓮𝓻𝓪𝓷𝓰𝓴𝓪𝓹

"Apa maksudmu? Jangan bilang kalau kamu penjelajah waktu." "Ingat namaku, dan ingat di mana aku tinggal. Kampung Kendala, rumah nomor 09. Berpagar besi bercat emas, satu-satunya rumah dengan halaman paling luas di sana. Cari aku di tahun 2022 ketika kalian masih belum bisa menemukan pembunuh berantai itu. Dia masih hidup, dan masih berkeliaran di Kampung Kendala. Kemarin, aku bertabrakan dengannya. Satu lagi, ada tato bintang di lengan sebelah kanan. Lelaki itu masih hidup bahkan terlihat sangat tegap," pertegas Elvaretta dengan sangat lantang. Emosi bercampur dengan kegundahan hatinya, ia marah dan juga geram. "T-tunggu. Nona. Apa lagi yang kamu lihat selain tato bintang di lengan kanannya?" "Wajahnya, tatapan matanya. Aku bisa langsung mengenal dirinya jika bertemu. Lebih tepatnya bukan di tahun ini, tetapi tahun 2022."

More details
WpActionLinkContent Guidelines