The Man Whos in Love

The Man Whos in Love

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Feb 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan hanya luka yang membawa langkahnya untuk pergi, namun rasa lelah akan kota kelahiran yang terlalu menyesakkannya kian membuat tekadnya semakin mantap untuk berkelana, mencari suasana baru demi ketenangan hati. Langkahnya semakin cepat, berusaha menghalau segala ragu untuk menggapai sebuah dekapan hangat yang untungnya berhasil ia dapat. Sang pria bukan hanya sekedar mendekap, tapi membelai, pun menyembuhkan. Aman. Itulah yang dirasakan. Asalya, luruh dengan penuh akan kenyamanan dari Fareza.
All Rights Reserved
#21
sanateez
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • My Doctors (END)
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Cinta Aneh Dan Perjalanan (Greshan )
  • Rasa Dan Rahasia
  • [Complete] Fate in Chains
  • Hati Yang Terpilih
  • Cintailah Aku, Mas Santri! [TERBIT]

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman