Story cover for Langkah by Khotimahnrl357
Langkah
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado feb 14, 2025
Kisah perjuangan seorang gadis bernama Aqilla dalam meraih mimpinya. Banyak sekali rintangan, pengorbanan, serta tangisan yang menghampiri dirinya saat ini. Semua berawal dari sebuah Igtv seseorang atlet ternama pada saat itu yang membuatnya kuat dan mencoba berani keluar dari zona nyamannya selama ini. Karena sebuah tekat yang kuat di dalam diri Aqilla membuatnya kuat dan terus berjuang dalam menggapai mimpinya. Apakah Aqilla akan terus berjuang untuk menggapai mimpinya? Atau ia malah hancur karena perkataan banyak orang?

Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyamanmu. Karena jika kamu takut untuk keluar dari zona nyamanmu, maka di situlah letak kekalahanmu yang sebenarnya. Berharap, berdoa, serta berusaha adalah sebuah kunci kesuksesan yang sebenarnya.

- Vandas.

Sebuah kesuksesan pada awalnya bukan seberapa hebatnya kita dalam melakukan itu semua. Tapi, sebuah kesuksesan dan sebuah kebahagiaan akan dapat kita peroleh dari sebuah proses perjalanan yang kita inginkan. Dan inilah kisah kecil dari sudut pandang kami.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Langkah a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#207aqila
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
CINTA DALAM KELABU  de retput20800
38 partes Concluida
Ini tentang Aqiila dan Aqeela, sodara kembar yang selalu diterjang oleh masalah, mulai dari masalah percintaan, keluarga, dan persahabatan. Bahkan hubungan persaudaraan mereka yang tadinya baik baik saja ikut merengang. **** "Jangan nangis, gue tau elo kuat! " bisik pria itu yang membuat Aqiila membuka matanya "Rayen.. " lirihnya Ya, dia adalah Rayen, seseorang yang Tuhan kirimkan untuk selalu menjaga dirinya, Rayen itu seperti kesatria menurut Aqiila, selalu melindungi dirinya, dimanapun itu. "Mulai sekarang elo jauhin Rayen, atau gue akan buat tante Adel dalam bahaya!" Bruk... Mengingat ancaman Aulia, segera Aqiila mendorong Rayen. Apalagi melihat Aulia yang menatapnya tajam. "Qil, elo kenapa sih? " bingung Rayen "Jangan pernah gangu hidup gue! Jangan pernah tolongin gue, mau gue dalam bahaya sekalipun jangan pernah tunjukkan muka elo didepan gue! " tegas Aqiila Rayen sedikit mendekat namun Aqiila menahan dirinya. Aqiila menangis, "Hiks..Hiks..PLIS JANGAN GANGU HIDUP GUE!! BERAPA KALI SIH GUE HARUS BILANG KE ELO, KALO GUE ITU BENCI SAMA ELO!! LEBIH BAIK ELO URUSIN TUH CEWEK ELO!! " Sentak Aqiila yang kini berlari keluar **** "Hiks.. Hiks.. Kenapa sih semua orang ninggalin aku? Apa salah aku? Hiks.. Hiks.. " tanya Aqeela "Banyak! bahkan kalaupun semua orang benci elo dan ninggalin elo, kesalahan elo masih banyak" jawab Rasya "Kalo Tuhan ambil nyawa aku? Apa kesalahan aku masih banyak? " lirih Aqeela "Banget! Justru gue seneng banget kalo elo hilang dari dunia" jawab Rasya Aqeela menghapus air matanya, dan beralih menatap Rasya, "Kalo Tuhan ambil nyawa aku, apa kamu bakal maafin aku? " tanya Aqeela "Gue akan maafin elo kalo elo bener bener hilang dari dunia ini! " jawab Rasya begitu santai "Oke kalo itu mau kamu, aku harap kalo suatu saat aku gak ada, kamu bisa bahagia" "Oh pasti! " **** Penasaran, yuk langsung kepoin! Jangan lupa vote dan coment! 🙏😊
Setoples Mimpi (COMPLETED)✔️ de PahilaFiravaka
41 partes Concluida
Percayakah kamu dg kekuatan mimpi? Percayakah kamu dg dahsyatnya cinta? Shakilla, siswi aliyah yg jago silat berasal dari nagari nan indah, Pandai Sikek, Sumatera Barat, telah membuktikan itu semua. Kisah berawal dari coretan-coretan mimpi yg ingin diwujudkannya, kertas warna-warni itu disimpan dlm sebuah toples berbentuk bintang. Salah satu mimpi terbesarnya, ingin kuliah di Jerman, tapi Bundo tak mengizinkannya. Dengan usaha & doa' yang luar biasa, Shakilla berhasil menerima beasiswa & kuliah di kota München. Namun Shakilla khawatir dg orang-orang yg sering mengintainya kemanapun dia pergi, saat di kampung, Jakarta bahkan di Jerman. Sebenarnya siapa yg memberikan perintah kpd mereka? dan apa keinginan mereka? Seorang pria berkacamata yg hafidz Qur'an, membantu Shakilla mengungkap itu semua. Kemudian Nabilla Rishal, sahabat Shakilla pecinta kucing ini ingin menjadi seorang desainer, dia mengejar impiannya di Bandung. Pada suatu acara, setelah sekian lama, dia bertemu kembali dengan seseorang yg paling tidak ingin ditemuinya di dunia ini. Bisakah Nabilla kabur saat itu? alasan lucu apakah yg menyebabkan Nabilla menghindar? Berbeda dengan Nabilla, di sebuah pondok pesantren Bogor, seorang pemuda tlah menemukan cahayaNya. Dia tlah berubah menjadi pemuda yg sholeh. Dia sangat merindukan Ibunya. Akankah dia bisa bertemu kembali dengan wanita yang melahirkannya saat hari bersejarah di hidupnya? Cerita berlanjut saat Shakilla untuk pertama kalinya merasakan cemburu, kepada siapa dia cemburu? Ketika Shakilla tlah merelakannya, mengapa dia kembali di saat tidak tepat? Lalu bagaimanakah cerita kocak teman-teman Shakilla lainnya di Negara Jerman? Siapakah orang spesial yang ditemuinya di Jerman? Mimpi-mimpi apa sajakah yang berhasil diwujudkannya? Shakilla juga mengajak kita menelusuri tempat-tempat indah di Jerman. Selamat membaca guys ^_^
Black Code (Lima) de Narra140800
20 partes Concluida
~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Aku & Kamu Kita cover
CINTA DALAM KELABU  cover
Setoples Mimpi (COMPLETED)✔️ cover
Letters to The Sky cover
Meraih Restu Kakak [TAMAT] #WRITONwithCWBP cover
Kapan Aku Seperti Mereka? cover
Rope Of Destiny cover
Silence In Their Minds  cover
Black Code (Lima) cover
ABOUT YOU! [Harqeel] cover

Aku & Kamu Kita

68 partes Continúa

Qil... maaf, gue nggak sadar sama apa yang barusan kita lakuin," ucap Mohan, suaranya lirih, penuh penyesalan. Namun penyesalan itu tak mampu membendung luka di dada Aqila. Ia menatap Mohan dengan mata yang basah dan penuh kekecewaan. Suaranya pecah, histeris, "Diem lo! Gue salah apa, Mohan? Kenapa lo jahat banget sama gue? Gue benci lo, Mohan! Akhhhhh!!" Jeritannya menggema, memecah malam yang sepi. Mohan panik. Ia mendekat, mencoba menenangkan dengan memeluk tubuh Aqila yang bergetar. Tapi Aqila memberontak, menolak sentuhan itu seolah menyentuhnya adalah membuka kembali luka yang belum sembuh. "Lepasin! Lepasin gue! Jangan lakuin itu lagi... Sakit... Sakit!" isaknya keras. Mohan terdiam sesaat, menelan semua rasa bersalah yang menyesakkan. Ia mengendurkan pelukannya, menatap wajah Aqila yang basah oleh air mata. Dengan lembut, ia genggam wajah Aqila, memaksanya menatap ke arahnya. "Oke, gue lepasin. Tapi plis, Qil... Tenang dulu, oke?" Aqila hanya terisak. Tidak menjawab. Tidak memukul. Tidak menolak. Tapi juga tidak menerima. Malam itu menjadi saksi, bahwa kadang maaf tidak cukup. Ada luka yang butuh lebih dari sekadar kata-kata untuk sembuh.