Antara Kata Saudara

Antara Kata Saudara

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
Kisah dua anak remaja berbeda jenis yang merupakan saudara. Cerita ini merupakan penggalan kisah dari gadis bernama Kalara dan saudaranya yang bernama Evanio. Meski saudara, mereka diperlakukan sangat berbeda oleh Ayahnya. Evanio menyebut Kalara adalah anak beruntung yang bisa merasakan bagaimana kasih sayang Ayah dan Ibu sejak dirinya lahir. Berbeda dengan Evanio yang selalu diperlakukan layaknya anak yang tak di inginkan. Kalara tak pernah berkata bahwa ia menyukai kondisi seperti itu, yang ia inginkan adalah kasih sayang yang dibagi sama rata. Dengan berbagai tingkah lucu dalam dirinya, gadis itu selalu berusaha untuk menghibur saudara laki-lakinya. Dibalik perhatian diam-diam yang Evanio berikan kepada Kalara, ternyata ada sebuah perasaan yang jauh dari hubungan persaudaraan yang sedang disembunyikan oleh laki-laki itu. Terjebak di antara perasaan dan persaudaraan, jelas hal itu membuat Evanio kebingungan setengah mati. Keduanya seolah bersembunyi dibalik kata saudara, namun sikap keduanya telah melebihi kaya saudara, seolah mereka memiliki hubungan khusus yang nyatanya tak ada. Lalu, bagaimana kisah saudara yang berbeda ini? Apakah Evanio mampu membunuh perasaannya itu? Dan, apakah alasan mereka berdua di perlakukan berbeda?
All Rights Reserved
#7
kalara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Partner in Bed
  • Moon Without Light [TERBIT]
  • Blessings in Disguise
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines