Rumah Orang Mati

Rumah Orang Mati

  • WpView
    Leituras 264
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 20, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
⚠️TRIGGER WARNING⚠️ ⚠️CHILDHOOD TRAUMA ⚠️CHILD ABUSE ⚠️MANIPULATION ⚠️SELF HARM ⚠️TOXIC FAMILY AND RELATIONSHIP ⚠️VIOLENCE ⚠️REVENGE⚠️ Memperlihatkan berbagai macam bentuk hati dan sakitnya. Mulai dari situasi rumah yang mengancam nyawa hingga rumah yang tak bernyawa. Ada mata yang sudah mati dan ada mayat hidup. Inilah kepalsuan yang dinyatakan bahkan kenyataan yang dipalsukan. "Orang tua selalu ingat jasa mereka, namun tidak pernah bahkan melihat usaha anaknya. Anak itu juga kesusahan menjaga kepribadiannya. Banyak hal mengerikan yang bisa tumbuh didalam diri kita, menjadi pembohong, pencuri bahkan psikopat. Fase ini selalu mengelilingi, menunggu kita lengah.Tapi siapa yang ingat? Who cares"Tiar Lotusia. "Orang tua yang tidak mau menerima kesalahannya tidak lebih dari sekedar orang dewasa bagi anaknya. Yah, lagi pula sekalipun kita membayar hutang budi itu berkali-kali lipat. Kita tetap disebut tidak tau diri, kan?"Bihan Bachtar. Anak-anak ini juga manusia. "Rumah orang mati" merupakan tempat dimana usaha, perjuangan bertahan hidup dan juga sisi gelap mereka mendapatkan perhatian. Selamat menyelami dunia manusia yang mati-matian ini.
Todos os Direitos Reservados
#67
anakpertama
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Paradise
  • Ad Meliora || END✓
  • X = Savior✔
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Broken melodies
  • Esya {TERBIT}
  • Breathe
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • A Fractured Soul
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo