Rain in December

Rain in December

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
Lima tahun yang lalu, Nadine dan Gabriel adalah segalanya bagi satu sama lain. Mereka berbagi tawa di bawah lampu kota Seoul, berbagai syal di tengah dinginnya salju pertama, dan berbagai janji yang seharusnya tidak pernah dilanggar. "Tidak peduli apa yang terjadi, kita akan selalu menemukan jalan kembali." Tapi takdir berkata lain. Gabriel menghilang tanpa jejak. Tanpa pesan, tanpa alasan, tanpa perpisahan yang layak. Yang tersisa hanyalah pertanyaan yang tidak pernah terjawab dan luka yang perlahan berubah menjadi bagian dari diri Nadine. Sekarang, lima tahun telah berlalu. Nadine sudah belajar untuk hidup tanpanya. Atau setidaknya, dia berpikir begitu, sampai suatu malam di bulan Desember, di bawah hujan yang sama, dia melihatnya lagi. Gabriel, pria yang dulu meninggalkannya, kini kembali. Namun, dia bukan lagi sosok yang Nadine kenal. Ada sesuatu yang berbeda dllam tatapan matanya. Ada kata kata-kata yang tertahan di bibirnya. Ada kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik kepergiannya. Apakah ini kesempatan kedua? Ataukah ini hanya luka lama yang kembali berdarah? "Some love stories don't end, they just pause in the wrong chapter"
All Rights Reserved
#204
rain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pilu Berpijar
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Traces in the Light
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • A Tangled Fate
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • ZIELA
  • 5 Years Later
  • GALELIA (HIATUS)

Andai ia merasakan hal yang sama. Andai saja ia lebih peka dengan yang namanya cinta. Mungkin saat ini kita sudah membuat cerita bersama. Tetapi itu semua jauh lebih sedih dari yang ku bayangkan. Seluruh keburukan malah berpihak padaku sejak aku menyatakan perasaan. "Tolong, jangan dulu pergi. Tengoklah kebelakang, lihat perjuanganku" - Nadin

More details
WpActionLinkContent Guidelines