Rain in December

Rain in December

  • WpView
    LECTURES 31
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 16, 2025
Lima tahun yang lalu, Nadine dan Gabriel adalah segalanya bagi satu sama lain. Mereka berbagi tawa di bawah lampu kota Seoul, berbagai syal di tengah dinginnya salju pertama, dan berbagai janji yang seharusnya tidak pernah dilanggar. "Tidak peduli apa yang terjadi, kita akan selalu menemukan jalan kembali." Tapi takdir berkata lain. Gabriel menghilang tanpa jejak. Tanpa pesan, tanpa alasan, tanpa perpisahan yang layak. Yang tersisa hanyalah pertanyaan yang tidak pernah terjawab dan luka yang perlahan berubah menjadi bagian dari diri Nadine. Sekarang, lima tahun telah berlalu. Nadine sudah belajar untuk hidup tanpanya. Atau setidaknya, dia berpikir begitu, sampai suatu malam di bulan Desember, di bawah hujan yang sama, dia melihatnya lagi. Gabriel, pria yang dulu meninggalkannya, kini kembali. Namun, dia bukan lagi sosok yang Nadine kenal. Ada sesuatu yang berbeda dllam tatapan matanya. Ada kata kata-kata yang tertahan di bibirnya. Ada kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik kepergiannya. Apakah ini kesempatan kedua? Ataukah ini hanya luka lama yang kembali berdarah? "Some love stories don't end, they just pause in the wrong chapter"
Tous Droits Réservés
#30
stranger
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • GALELIA (HIATUS)
  • ZIELA
  • Ex or New? [REVISI]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Traces in the Light
  • Pilu Berpijar
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • A Tangled Fate

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu