Manusia Nanggung

Manusia Nanggung

  • WpView
    Reads 382
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 5, 2025
Blurb... Wafi selalu merasa dirinya di tengah-tengah, tidak gagal, tapi juga tidak sukses, tidak maju, tapi juga enggan mundur. Hidupnya di kota hanyalah serangkaian hari yang berjalan tanpa arah, sampai sebuah panggilan dari kampung halaman memaksanya untuk pulang. Rumah peninggalan orang tuanya hendak dijual, dan Wafi harus mengambil keputusan. Awalnya, ia pikir ini hanya soal tanda tangan dan transaksi. Namun, pertemuan dengan sahabat-sahabat lamanya justru mengguncang apa yang selama ini ia anggap pasti. Di antara obrolan malam yang hangat, tawa yang terasa akrab, dan percakapan sederhana yang menyentuh, Wafi mulai melihat kembali hidupnya, impian yang ia tinggalkan, ketakutan yang selama ini membelenggu, dan mungkin, alasan mengapa ia benar-benar pulang. Di persimpangan antara melepaskan dan bertahan, Wafi harus menghadapi pertanyaan terbesar dalam hidupnya: apakah ia berani melangkah, atau tetap menjadi manusia yang setengah-setengah? Mungkin, pulang bukan sekadar kembali ke tempat lama, tapi menemukan kembali dirinya yang pernah hilang..
All Rights Reserved
#1
kehidupandewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The First, Not the Last
  • Keysha
  • Surat Untuk Reno
  • BLOOMING [END]
  • I'm okay (END)
  • Amami
  • Your Home [COMPLETE]
  • Trust
  • If I Had to Choose

Masa sekolah selalu dianggap sebagai masa paling indah. Namun, bagi Alicia Sasvika, itu adalah perjalanan penuh konflik-persahabatan yang diuji, cinta yang tak selalu berakhir bahagia, dan keluarga yang menyimpan rahasia. Semua yang ia alami di masa lalu membentuk dirinya hingga hari ini. "Gue gak nyangka kita sampai di titik ini, Lissy." Alicia terdiam. Terlalu banyak yang ingin ia katakan, tapi lidahnya kelu. "Gue udah maafin semuanya, tapi pertanyaannya... lo udah maafin diri lo sendiri?" Saat kenangan lama kembali menghantuinya, Alicia harus menghadapi pertanyaan yang selama ini ia hindari. Apakah masa lalu hanya sekadar cerita yang tertinggal, atau ada sesuatu yang belum benar-benar selesai? --- **Sekarang, dia mungkin sudah menjalani hidupnya sendiri, seperti aku yang juga melangkah ke dunia yang jauh berbeda. Tapi ada kalanya, di sela kesibukan, ingatan itu kembali. Mengingatkan bahwa di suatu waktu yang terasa begitu jauh, aku pernah begitu percaya pada sesuatu yang kini hanya tinggal kenangan. Aku ingin menceritakan semuanya. Bukan untuk kembali, karena waktu tak akan membiarkannya, tapi untuk mengingat bahwa setiap langkahku sekarang adalah jejak dari masa lalu yang pernah begitu berarti. ~Alicia sasvika.** [JANGAN LUPA FOLLOW ] [Vote sebanyak banyak yaa..] RANK #1 NewAuthor [26.03.2025] RANK #170 Firstlove [29.03.2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines