Manusia Nanggung

Manusia Nanggung

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Blurb... Wafi selalu merasa dirinya di tengah-tengah, tidak gagal, tapi juga tidak sukses, tidak maju, tapi juga enggan mundur. Hidupnya di kota hanyalah serangkaian hari yang berjalan tanpa arah, sampai sebuah panggilan dari kampung halaman memaksanya untuk pulang. Rumah peninggalan orang tuanya hendak dijual, dan Wafi harus mengambil keputusan. Awalnya, ia pikir ini hanya soal tanda tangan dan transaksi. Namun, pertemuan dengan sahabat-sahabat lamanya justru mengguncang apa yang selama ini ia anggap pasti. Di antara obrolan malam yang hangat, tawa yang terasa akrab, dan percakapan sederhana yang menyentuh, Wafi mulai melihat kembali hidupnya, impian yang ia tinggalkan, ketakutan yang selama ini membelenggu, dan mungkin, alasan mengapa ia benar-benar pulang. Di persimpangan antara melepaskan dan bertahan, Wafi harus menghadapi pertanyaan terbesar dalam hidupnya: apakah ia berani melangkah, atau tetap menjadi manusia yang setengah-setengah? Mungkin, pulang bukan sekadar kembali ke tempat lama, tapi menemukan kembali dirinya yang pernah hilang..
All Rights Reserved
#337
quarterlifecrisis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Destiny(Selesai)✔️
  • Amami
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Keysha
  • BLOOMING [END]
  • Surat Untuk Reno
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Trust

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines