Dia Dita
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
Kata terakhir yang aku tulis untuknya kala itu "Sudah tugasku menjadi sembuh. Kusulam senyum, menaburkan yang pilu. Demi menjadi aman bagi yang butuh. Dengan pergantianku dengan Dia. Dia yang nyata dan Aku yang di cermin. Yang lebih pandai tersenyum, tertawa, dan meleburkan kenangan bersama tetesan air mata. Pernah ku rayu Tuhanku untuk membawamu kembali, namun itu hanya sekedar uji nyali. Selamat karena memberi perayaan patah hati tanpa kendali." Dan setelah aku menulis itu di kertas yang setengah basah karena air mataku, aku tersentak, sesak, terisak dengan kenangan yang pernah kami lewati. Catatan mimpi yang aku tulis untuk Dita hilang bersama kepergiannya yang sekaligus membawa diriku sendiri.
All Rights Reserved
#57
beauty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMPANG RAMPUNG
  • INTUISI [END]
  • Just Words
  • AlfAbel [END]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Segala Tentangmu ❝
  • Tentang Arash (REVISI)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Sekeping Hati Yang Tertinggal.
  • Thanks for all

Untuk hati yang pernah hancur Maupun yang sedang hancur Yang tinggal kepingan Mari nikmati bersama Tiap kepingan yang tercipta Akibat pengkhianatan Akibat kepergian Akibat kehilangan Mari rasakan tiap lekuk pahitnya Hingga nanti saat sudah waktunya Kepingan tersebut kembali terisi Dengan kepingan hati yang lain Yang tak akan pernah meninggalkan Yang tak akan pernah menyakiti Dan kelak kau akan beruntung Menikmati tiap proses Patah hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines