Story cover for Shxtty Game by yuwiuee
Shxtty Game
  • WpView
    Membaca 8,922
  • WpVote
    Vote 1,661
  • WpPart
    Bab 34
  • WpView
    Membaca 8,922
  • WpVote
    Vote 1,661
  • WpPart
    Bab 34
Lengkap, Awal publikasi Feb 16, 2025
Dewasa
Ini kali kelima ia membunuh dirinya sendiri. Ia hampir tidak merasakan apapun ketika melakukannya. Tidak ada kesedihan, tidak juga ada rasa kehilangan apalagi penyesalan. Ia harus melakukannya, baginya, tidak lagi ada alasan untuk tetap hidup.

Tapi pada kali kelima ini, ia rasakan sesuatu yang lain. Orang-orang berkerumun menatap kematiannya, raut ketakutan di wajah orang-orang itu sudah biasa ia lihat. Ekspresi prihatin yang orang-orang tunjukan, rasa penasaran mereka, bisik-bisik tentang kematiannya, selalu sama.

Tapi kali ini, seseorang memberinya bunga. Laki-laki itu menundukan kepalanya, dilihatnya laki-laki itu memejamkan matanya, berdoa untuknya. Di sebelah tubuh yang sudah kaku, laki-laki itu tersenyum, senyum iba seolah ia bisa memahami perasaannya. 

"Semua kesulitanmu sudah selesai, kau sudah memenangkan game-Nya, jadi beristirahat lah," tanpa suara, begitu yang laki-laki itu bisikan, tepat di sebelah setangkai daisy yang diletakkannya tadi. 

Rasanya ada yang aneh- begitu yang Lalisa pikirkan ketika ia melihat kematiannya sendiri, dari jauh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Shxtty Game ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝 cover
Secret Admirer [Hunlis] |END| cover
She Is My Mine | BLACKPINK  cover
Wet cover
Sunshine Becomes you cover
My BAD GIRL! [END] cover
Just Ordinary cover
Puzzle cover
STAY cover
Euphoria cover

𝐁𝐞𝐚𝐮𝐭𝐢𝐟𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐞𝐬 𝐈𝐬 𝐓𝐡𝐞 𝐌𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐨𝐮𝐧𝐝

15 bab Lengkap Dewasa

"Aku akan menikahi Jennie.." "Lalisa, apa kau bodoh?" Jisoo memelotot tidak percaya, "yang kau lakukan bermula dari pertanggungjawaban dan hanya sebatas pertanggungjawaban! Kau hanya bertanggung jawab terhadap beberapa hal, bukan berarti kau harus menyerahkan seluruh hidupmu padanya!" "Semua yang kau berikan padanya selama ini, sudah jauh lebih dari cukup! Kau memberinya rumah yang nyaman, teman yang pengertian, pekerjaan yang mapan. Itu sudah jauh lebih cukup! Kalau kau terus memikirkan hidupnya, kapan kau mulai memikirkan hidupmu sendiri?" mata Jisoo berapi-api, sangat marah mendengar keputusan konyol dari Lalisa. Setelah hening beberapa saat, Lalisa baru mulai bicara. "Karena.. aku tidak bisa mempercayai siapapun untuk menjaga gadisku itu.. setelah semua yang aku lakukan untuknya, kurasa, di dunia ini, tidak akan pernah ada yang setara sepertiku, yang menyayanginya dan memperlakukannya dengan tulus, yang hanya mengharapkan kebahagiaannya, bahkan jika aku terluka." "Lalisa.. kau benar-benar menyedihkan.." Jisoo menatap nanar pada sahabatnya.