Jangan Dibaca Sendirian

Jangan Dibaca Sendirian

  • WpView
    Reads 4,759
  • WpVote
    Votes 2,177
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Second Chance
College and University
Happy Ending
Lexa, seorang wanita setengah tangguh yang sudah melewati beragam liku kehidupan, kini menemukan kebahagiaannya dalam kesendirian yang penuh makna. Setelah bertahun-tahun merantau jauh dari orang tuanya, dan memilih Solo sebagai kota pelarian. Dia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari percintaan, melainkan dari proses menerima diri dan mencintai apa yang ada. Meski pernah patah berkali-kali, Lexa menemukan kedamaian dalam cinta tanpa syarat dari jiwa kecil yang selalu setia menunggunya pulang. Tatapan penuh pengertian dan kehangatan, mengajarkannya tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang tak memerlukan kata-kata. Bergelut dengan kerinduan pada orang tua yang jauh, serta pertanyaan tentang hidup yang selalu membuatnya sulit bernapas. Lexa membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu dan percaya bahwa takdir selalu membawa kita pada tempat yang tepat. Cerita Lexa mengingatkan kita bahwa rumah tidak selalu tentang tempat, tapi tentang hati yang menemukan kedamaian dalam segala hal yang sederhana.
All Rights Reserved
#116
lexa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terberai
  • Always Love [END]
  • Keano
  • Warisan Hati
  • Beloved | Sudah Terbit
  • A-SA..HARS-A(END)
  • Kotak Harapan dan Kisahnya || JKT48
  • Love And Friendship
  • Keluarga?
Terberai

Seorang wanita yang bernama Tamara menghadapi peliknya hidup karena memiliki suami yang sangat sering membuatnya menangis. Suatu ketika Tamara menyaksikan sendiri bagaimana sang suami sedang bermain api dengan gadis yang sangat dia kenali. Tamara menginginkan perceraian agar terlepas dari jerat sang suami yang terus membelenggunya. "Enggak kok pak, saya biasa-biasa aja cuma kalau sudah merasa nyaman sama orang memang begini cara bicara saya pak," jawab Tamara yang membuat sudut bibir Pras tersungging. "Jadi, kamu sudah merasa nyaman dengan saya?" pertanyaan Pras begitu ambigu di telinga Tamara. "Eh?" Tamara terkesiap karena merasa salah bicara. Gadis itu nampak salah tingkah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines