Regalia Reverie

Regalia Reverie

  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2025
Di abad 21, hiduplah wanita bernama Anneliese. Dokter bedah ternama yang tidak pernah diragukan keahliannya. Namun nahas, kehidupan surgawinya itu berakhir begitu saja direnggut oleh kecelakaan tragis yang membuatnya tidak sadarkan diri. di dunianya, disebut koma. Namun ketika membuka mata, Anneliese mendapati diri terbangun dalam raga lemah yang rupawan namun tidak terawat. Jiwa Anneliese hidup di dalam tubuh seorang permaisuri yang tidak pernah dipandang di manapun keberadaannya. Permaisuri Sejuba. *** Anneliese, alias Sejuba, menatap pria di depannya dengan wajah yang sudah merah seperti tomat matang. "Yang Mulia!" serunya kesal. "Apa maksudnya mengunci pintu dan tidak membiarkanku keluar?" Sang Raja yang duduk di kursi dekat ranjang hanya tersenyum santai. "Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan istriku." Anneliese berkedip. Apa? "Yang Mulia punya pekerjaan," balasnya cepat, berusaha menyelamatkan diri. "Aku sudah mengutus Rua Sebasta untuk mengurus sebagian tugasku pagi ini." Anneliese semakin cemas. "Tapi-" Sangga Buana mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Anneliese dengan ekspresi menggoda. "Kau ingin cepat-cepat pergi dariku, Sejuba?" Anneliese tercekat. Oh, pria ini benar-benar berbahaya! "Yang Mulia, aku hanya ingin... keluar sebentar," katanya dengan suara yang lebih terkendali. Sang Raja mengangkat sebelah alis. "Untuk apa?" Anneliese menghindari tatapannya. "Udara pagi bagus untuk kesehatan." Sangga Buana tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita bisa menghirup udara pagi bersama. Di sini." Anneliese hampir menjerit. Kenapa pria ini seperti lintah yang menempel terus?!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • Blooming Baby
  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • Bunga Dan Pedang [TAMAT]
  • Ourania Lune (Ravenshade 1)
  • TAKDIR ALYA
  • PHILOCALIST [On Going]
  • Lady Gen Z
  • Annalise and The Underworld [Ending]

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines