Aksara Sendu

Aksara Sendu

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 12, 2025
Mata beriris hitam itu menatap sendu ke depan, seolah tak menemukan tujuan yang pasti. Kelopak matanya mulai berkaca-kaca, dan akhirnya, air mata mengalir perlahan membasahi pipinya yang pucat, saat gadis itu duduk termenung di dekat jendela, sendirian. Keputusasaan tergambar jelas di wajahnya yang kuyu, seakan jejak semangat tak pernah sekalipun singgah untuk memotivasinya. Setiap hembusan napasnya terdengar berat, mencerminkan beban yang terlampau besar, beban yang seolah tak bisa terdefinisikan oleh kata-kata. Ia hanya bisa menangis dalam diam, merasakan bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mengukir senyum, meskipun senyum itu terasa dipaksakan. Tidak ada yang tahu, betapa kerasnya ia berjuang demi orang-orang yang dia sayangi, rela mengubur keinginannya sendiri hanya agar kebahagiaan bisa terlihat di wajah mereka, meski harus mengorbankan batinnya. Namun kini, semua itu seolah telah mencapai titik tak tertahankan. Jejak-jejak kepedihan mengakar dalam jiwanya, mencabik-cabiknya tanpa henti. Rasa sakit itu menembus jauh hingga menusuk jantungnya, membuat napasnya kian tercekat. Sungguh, perasaan ini begitu menyesakkan, seolah tidak ada ruang untuknya bernafas. Bibir pucatnya bergetar, dan suara yang keluar hanya berupa bisikan penuh keputusasaan, seolah tak ada lagi kekuatan yang tersisa untuknya. "Tuhan... Aku lelah!" "Dunia kejam, untuk Aku yang tak terucap."
All Rights Reserved
#2
emotionaldrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • ALVIN (On Going)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • BUNGA KEMBALI
  • Whispers Between Tears
  • VINDEYLI
  • Unspoken Love
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • REUNI (Enam)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines