The Poet's Heart

The Poet's Heart

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 19, 2025
Di tengah keramaian kota, Cakra Aditya berdiri tegak, menatap ke depan dengan mata teduh yang berbuat hati bergetar, kulit manisnya bersinar di bawah sinar matahari, dan senyum manisnya membuat semua orang terpesona. Di sebuah kafe kecil di pusat kota, Adara Ayu duduk sendirian, menikmati secangkir kopi hangat. Dia sedang membaca sebuah buku puisi, dan matahari yang masuk melalui jendela kafe membuatnya erasa nyaman. Tiba-tiba, pintu kafe terbuka, dan seorang lelaki tampan masuk. Adara Ayu tidak bisa tidak memandangnya, karena kehadirannya begitu mencolok. Lelaki itu memiliki mata teduh, alis tebal, dan senyum manis yang membuat Adara Ayu merasa terpesona. "Maaf, boleh gua duduk disini?" tanya lelaki itu, menunjuk ke kursi kosong di sebelah Adara Ayu. Aara Ayu terkejut, tapi dia cepat-cepat mengangguk. "Boleh,duduk aja."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Pieces of Light
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • THE CLIMB [Completed]
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • LUGU
  • AKRA STORY Aksa & ayra
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Ranaya

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines