We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
7 SERANGKAI

7 SERANGKAI

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak ada yang salah pada mereka. Hanya sekumpulan anak SMA yang sedang menikmati masa panas-panasnya dunia remaja yang sedang beranjak menuju dewasa. Mereka seperti remaja pada umumnya hanya saja yang membedakan: MEREKA terlalu spesial MEREKA terlalu berharga MEREKA terlalu asik MEREKA terlalu indah terlalu jauh terlalu...... terlampau berharga jika hanya di jadikan figuran semata. ini kisah 7 serangkai yang mewarnai masa remaja kami dengan keindahan, keceriaan, dan banyak hal manis lainnya yang mereka torehkan. Hingga tiba hari itu, hari dimana mereka yang kami anggap sebagai pilar kebahagiaan harus pergi menyisakan kami dengan beribu lara. Hingga Kalimat: SEVEN LOSE SEVEN GONE SEVEN EVERYTHING Menjadi kalimat-kalimat yang sangat menyakitkan. Ini bukan tentang AKU. KAMU. DIA. atau MEREKA. Ini adalah tentang KAMI. ~getirkalbu_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines