Acelasi Suflet

Acelasi Suflet

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 28, 2025
Banyak orang yang mengatakan, jika kita mencintai alam maka kita harus mencintai segala bentuk cuaca yang alam berikan. Terutama lautan, lautan dengan segala cuacanya bukan lah sesuatu hal yang mudah dilewati. Ternyata itu benar, aku terlalu terlena dengan semua keindahan yang kamu miliki. Sakit yang aku rasakan bukan karena orang lain, tapi karena harapanku sendiri.  ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ Start 28 - 02 -2025
All Rights Reserved
#224
perpindahanjiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2 Reflection  ✔️
  • 𝐏𝐢𝐞𝐜𝐞 𝐎𝐟 𝐏𝐞𝐚𝐜𝐞 | ✓
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • Hujan di Hari itu
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • I Want To Go To The Sea
  • BITTERSWEET ✔️ | END
  • Hujan Tak Bertuan (TAMAT)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

'People come and go' sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan segudang makna. Kadang, kita tak bisa memaksa siapa pun untuk tetap tinggal. Kadang, semesta perlahan menarik mereka menjauh, meski hati kita memohon agar mereka tetap di sini. Tapi.... Akankah cinta kita bertahan? Akankah cinta ini terus hidup, bahkan hingga maut memisahkan kita? Percayalah, tak ada seorang pun yang benar-benar mencintai momen perpisahan. Setiap perpisahan selalu membawa luka, selalu meninggalkan sepi. Kau tau? Hal paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukanlah sekadar kehilangan, melainkan kenangan berupa serpihan momen indah yang pernah diukir bersama. Ia tak mati, justru hidup di tiap sudut pikiran, membunuh perlahan kewarasan, meremuk remuk hati yang telah renta oleh rindu, melahap tanpa ampun jiwa-jiwa yang rapuh, meninggalkan raga yang tergolek pasrah di altar sunyi penantian tanpa ujung. Namun, kita sudah berjanji kan? Kita akan tetap berjalan beriringan, meski badai mencoba memisahkan, meski waktu perlahan memudarkan, meski dunia perlahan melupakan. Dan bila kelak akhir itu datang, biarlah aku tetap menggenggam tanganmu, dalam sunyi, dalam gelap, hingga hanya detak terakhir menjadi saksi, bahwa cinta kita tak pernah mati. ••••• Start : 1 Juni 2025 Finish : By Tres Alas

More details
WpActionLinkContent Guidelines