"Di balik gemerlap kekuasaan, ada luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Dan di balik nama besar, ada rahasia yang bertahan lebih lama dari ingatan."
Keluarga Sukmawan bukan sekadar dinasti bisnis, tetapi juga labirin yang menyimpan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Aditya Mahendra Sukmawan berdiri tegak sebagai pilar pertama-seseorang yang lebih memahami angka daripada perasaan, lebih percaya pada ketegasan daripada kasih sayang. Arjuna Wiratama Sukmawan, pilar kedua, tampak lebih cair dalam gelombang kehidupan, tapi seperti sungai yang tenang, ada arus yang tak bisa ditebak di kedalamannya.
Lalu ada si bungsu, nama yang hanya berbisik di ruang tertutup, sebuah jejak yang sengaja dihapus tetapi tetap meninggalkan bayangan. Ia tidak pergi karena kalah, melainkan memilih hilang sebelum dunia bisa menelannya. Tetapi pertanyaannya selalu sama: apakah seseorang bisa benar-benar keluar dari pusaran yang membentuknya?
Di antara mereka, ada Kirana Savira, wanita yang hanya ingin hidup tanpa terseret dalam badai. Namun, kehadirannya di sisi Aditya bukan hanya sekadar kebersamaan-ia adalah pertanyaan yang bahkan Aditya sendiri tidak berani jawab.
Dan Nadia Larissa. Bukan siapa-siapa, bukan bagian dari mereka, tetapi tanpa sadar telah menjadi pusat dari sesuatu yang lebih besar darinya. Aditya, Arjuna, dan si bungsu-tiga pilar dengan jalan masing-masing, tetapi satu titik temu yang selalu berputar di sekitarnya.
Namun, dalam keluarga ini, perhatian lebih tajam daripada pisau, dan kasih sayang bisa berubah menjadi rantai yang tak terlihat. Semua orang menginginkan sesuatu, tetapi mereka lupa bahwa dalam dunia yang mereka jalani, tidak ada yang didapat tanpa kehilangan.