DIRGA ANUMERTA

DIRGA ANUMERTA

  • WpView
    Reads 278
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Dirga Anumerta" Ia lahir tanpa ibu, dibesarkan tanpa cinta, hidup dalam bayang-bayang kakaknya... dan mati dalam diam setelah menyelamatkan satu-satunya orang yang ia punya. Tapi tidak ada yang tahu-karena Dirga tak pernah ingin diingat sebagai korban. gak suka? SKIPP maaf ya kalo ga bagus karena ini cerita pertama, dan first time buat cerita. HATI HATII TYPO BERTEBARAN!! EITSSSS, JANGAN LUPAA VOTE YAAA!!!!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Cheilla dan sejuta impian
  • Ragatha
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • RUMAH DI ANTARA DUA MATA
  • Ritual Pembukaan Setan Toko-toko Tersembunyi Pesta Lilin Psikopat Terkutuk
  • Badai, Kapan Berlalu?

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines