christy dan bunda

christy dan bunda

  • WpView
    Membaca 47,872
  • WpVote
    Vote 1,656
  • WpPart
    Bab 53
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 3, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
christy adalah seorang anak bandung yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, suatu hari dia dipertemukan oleh seorang wanita yang cantik yang secara tiba-tiba ingin mengadopsinya. "kamu mau tidak jadi anak saya" chika "ha kakak gak salah " christy "tidak saya tidak salah memilih " Chika "tapi aku udah 17 tahun kak" Christy
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#563
ch2
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • satu hati satu nama
  • Bayangan Kematian Di Balik Senyuman
  • MENUJU PUNCAK
  • ANDAI AKU BISA
  • Kembali Bersama [END]
  • DIA, BUNDAKU? [END]
  • AKU MAU DI SAYANG BUNDA:( End..
  • Di Antara Dua Dunia. (END)
  • Love Mother [END]
  • Little Pretty Dady  [ END ]

"Dan... kalo Chika suka sama lo?" tanya seseorang bernama Azizi asadel bimantara sambil menatap serius ke arah sahabatnya. Christy arsena airlangga menoleh perlahan, ekspresi wajahnya berubah lembut. "Itu bukan pertanyaan Zee... gue pasti seneng banget." Suaranya rendah, penuh makna. Ia menarik napas sebentar, lalu melanjutkan, "Pertama kali gue liat dia, dia masih kecil. Lincah, cerewet, polos banget. Gue pikir waktu itu cuma momen sekali lewat. Tapi tiba-tiba... gue ketemu dia lagi. Muncul di cafe, dengan suara khasnya itu. Chika." Christy terkekeh pelan, matanya menerawang jauh. "Kaget gue. Udah gede dia... tapi tetap berisik." Zee hanya diam, mendengarkan penuh perhatian. "Gue suka ngeliatin dia dari jauh, Zee. Diam-diam. Gue kagum sama keberaniannya. Chika tuh tipe yang gak tahan liat orang diperlakuin gak adil. Dia bakal selalu berdiri buat yang lemah, walaupun kadang caranya meledak. Tapi itu dia... kuat." Christy menunduk sebentar, lalu mengangkat kepalanya lagi. "Kadang hidup lucu ya. Hal yang kita mau... belum tentu buat kita. Tapi... selama gue bisa ngeliat dia bahagia, meski bukan sama gue, itu udah cukup zee." Zee hanya bisa menatap sahabatnya itu dengan senyum simpul. "Tapi siapa tau semesta punya cara sendiri." Christy pun tersenyum tipis. "Gue harap, kalo waktunya datang... dia juga lihat gue bukan cuma sekadar orang di latarnya."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan