Aku Sudah Besar! [ON GOING]

Aku Sudah Besar! [ON GOING]

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
[Cerita anak SD] Gian itu sudah besar. Dia sudah kelas tiga SD tahun ini. Istirahatnya jadi dua kali, di jam sepuluh dan jam dua belas. Sudah tidak ada snack time di kelasnya seperti kelas satu dan dua. Anak kelas tiga pulangnya ya jam dua sore-kecuali hari Jumat. Pokoknya Gian sudah besar. Abang pernah bilang, 'makin besar berarti makin banyak yang harus dihadapi'. Awalnya Gian nggak setuju. Memangnya apa sih yang harus dihadapi? Lohh, tapi kok lama-lama Gian mulai paham dan ... eh iya juga ya? Yaa biarpun memang benar begitu, Gian sih tetap semangat mengakui bahwa dirinya sudah besar. Soalnya dia kan sudah bisa mandi sendiri, makan sendiri, dia juga bisa kok pakai seragam dan siapin buku mata pelajaran sendiri. Gian sudah bisa bangun dari jatuhnya walau kaki dia berdarah, Gian bisa menjawab pertanyaan guru di kelas sampai dapat banyak tepukan tangan bangga dari teman-teman, Gian sudah bisa dikatakan bukan anak kecil lagi-menurut dia. Tapi kenapa ya, kok abangnya selalu bilang, "Haduh Gian, kamu itu masih kecil. Nggak usah banyak gaya dulu." Sebagai respon dari setiap cerita Gian tentang teman-temannya dan lika-liku kehidupan sebagai anak kelas 3 SD. Haduh Abang, aku ini sudah besar tahu! Draf sejak 2023 Mulai dipublikasikan pada 17 Februari 2025
All Rights Reserved
#238
daily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind It (Revisi)
  • Dragon Tamer
  •  Cuman Kebetulan
  • Pacar Halusinasi Ochi [SELESAI]
  • Bukan Sekedar Kagum
  • PRIORITAS {COMPLETED}
  • Rasya
  • Kak Manis | Minsung ✔️
  • JAM 3 SORE
  • Dirgantara (REVISI)

FABIANO, bocah 10 tahun yang sudah memasuki jenjang pendidikan menengah pertama. Ya memang umurnya masih tergolong kecil untuk seukuran bocah SMP. Ia terlalu cepat mendaftar sekolah yang membuatnya menjadi yang terkecil di antara teman-temannya. Juga selain itu ia memiliki pertumbuhan yang sedikit lebih lambat dari teman-teman sebayanya. Di umurnya yang masih tergolong kecil, ia termasuk bocah yang introvert. Susah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, sangat pemalu dan sangat irit bicara. Bahkan dalam sehari dapat di hitung berapa jumlah kata yang di ucapkan oleh bocah itu. Karena kepribadiannya, seorang teman saja tidak ia miliki pun dirinya yang enggan berteman. Ia lebih suka menyendiri. Jarang bersosialisasi bahkan dengan keluarganya sendiri termasuk orangtuanya. Hidupnya selalu berjalan monoton. Sekolah, makan, tidur dan menyendiri di kamar. Bahkan untuk sekedar berbincang dengan abangnya pun hampir tidak pernah. Bisa di bayangkan se-sepi apa rumah yang di tinggali. Hingga kejadian naas terjadi. Sebuah laka yang tak bisa dihindari. Kecelakaan yang berujung merenggut ingatan si bungsu selamanya. Kecelakaan yang merubah semua sifat si bungsu. Semua terjadi secara tiba-tiba. Paska kecelakaan dan koma, semuanya berubah. Yang dulunya bocah itu sangat pendiam, sekarang menjadi bocah yang sangat aktif dan cerewet. Sifat jailnya, kenakalannya, menjadi tanda tanya besar di keluarga. Sifatnya berubah 180°. Namun perlahan-lahan, keluarga mulai beradaptasi dengan perubahan sifat si bungsu. Dibalik itu??? |||||||||||||| ⚠️ WARNING - Brothership not bxb - Bungsu yang di manja Published: 13 Januari 2023 Revisi : 8 Oktober 2024 End:

More details
WpActionLinkContent Guidelines