Caramel Crush

Caramel Crush

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 25, 2025
Vivian tak pernah mau jadi orang yang popular karena kepintaran dan bakatnya yang luar biasa. Baginya pintar dalam belajar bukan suatu pencapaian yang perlu dielu-elukan. Bakatnya yang pintar menaripun harusnya tak perlu diapresiasi berlebihan. Ia tak mau jadi orang yang selalu jadi bahan pembanding. Karena ia tahu, tak semua suka jika selalu dibanding-bandingkan. Pasti ada saja yang tak suka dengannya karena previlige dan ketenaran seperti itu. Salah satunya Saka, Vivian selalu jadi bahan pemacu kebencian saat mereka ada dalam satu situasi. Sejak pemilihan keanggotaan OSIS yang menobatkan Vivian sebagai ketuanya dan Saka keluar jadi wakilnya membuat amarahnya makin menjadi-jadi. Saka adalah pembenci Vivian paling utama. Rebas, sahabatnya tak pernah suka dengan sikap Saka yang kekanakan. Malu rasanya membenci perempuan, hanya gara-gara masalah sepele. Tiap kali Saka berbuat sesuatu yang menyakitkan, Rebas yang selalu meminta maaf atas apa yang dilakukan sahabatnya itu. Karena sikap dan semua tanggung jawab yang tidak perlu dilakukan oleh Rebas untuk Saka, membuat Vivian jatuh hati. Saka yang tahu Vivian menyukai sahabatnya, makin murka dan menjadi-jadi. Karena sebenarnya tanpa ia sadari iapun menaruh hati pada Vivian. Apakah Rebas akan membela Vivian habis-habisan atau diam karena kali ini ada dia dalam kisaran kebencian Saka pada Vivian ???? .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Rules vs Chaos
  • LUKA BIASA GADISKU
  • RASA [Sedang Revisi]
  • Serumit Rasa: Istri Simpanan Pewaris Tunggal (COMPLETED)

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines