HUG ME IN MEMORIES

HUG ME IN MEMORIES

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
Di bawah sinar bulan yang redup, Aira masih menunggu di tempat yang sama-sebuah hutan kecil di tepi danau tempat ia dulu sering bertemu dengan Arka, cinta sejatinya. Namun, Arka sudah tiada. Ia pergi meninggalkan dunia ini dalam sebuah kecelakaan tragis. Meski begitu, Aira tetap merasakan kehadirannya, seolah bayangan Arka masih berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan yang sama seperti dulu. Suatu malam, ketika angin berbisik lembut dan kabut tipis menyelimuti hutan, Aira melihatnya. Sosok yang ia rindukan selama ini, berdiri di antara cahaya bulan, tubuhnya samar namun matanya penuh cinta. Arka kembali-bukan sebagai manusia, tapi sebagai arwah yang masih terikat oleh janjinya untuk selalu menjaga Aira.
All Rights Reserved
#13
cintabedaalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Call It What You Want (END)
  • Menjadi Dia
  • Trust Your Heart [END]
  • Bukan Negeri Dongeng
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines