Story cover for Mendekap Gelap by Tiaasa
Mendekap Gelap
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 18, 2025
Bagaimana nasib burung yang sedang belajar terbang, tiba-tiba sebelah sayapnya hilang?
Hanya ada dua kemungkinan, burung itu mati atau hidup dengan luka. Jika ia mati, selesai sudah rasa sakitnya. Jika ia hidup, mulai terasa perihnya. Tapi, ini bukan tentang burung!

Kisah ini dimulai ketika Ibu meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Melahirkan luka yang tidak ada obatnya! Namun ia sadar bahwa hidup tetap berjalan, tidak akan berhenti oleh kehilangan.
Padahal ini bukan sekedar kehilangan rumah ternyaman, namun kehilangan arah dan tujuan. "Ini harus gimana, Bu? Arahnya kemana?"
Perjalanannya gelap dan dihantui rasa takut. Sementara bayangan ibu kian memudar nyaris hilang.

Mampukah ia bertahan dengan tumbuh dari luka? Atau malah tenggelam hingga ke dasarnya?
All Rights Reserved
Sign up to add Mendekap Gelap to your library and receive updates
or
#169piatu
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Duniaku Berhenti Tapi Mereka Tidak cover
Aghida [ON GOING] cover
BROKENLIGHT [TAMAT] cover
my little boo cover
Pulang Tanpa Arah cover
Clara: The Hidden World {HIATUS} cover
TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi) cover

Duniaku Berhenti Tapi Mereka Tidak

22 parts Ongoing

Cerita ini bermula dari seorang yang pernah berkata kepadaku, "Kamu nggak bisa selamanya sendiri, kamu harus bercerita." Sekarang, perlahan aku belajar untuk mengungkapkan apa yang aku rasa. Dulu, aku sulit sekali mengekspresikan apa yang aku rasa, sulit untuk bercerita. Itulah sebabnya tulisan ini ada. Walaupun ibuku sudah tiada, setidaknya cerita tentangnya akan selalu abadi di sini, dalam kata-kata yang kutulis. Sejujurnya, inti dari cerita ini adalah tentang waktu. - Fidhara, 2024