Sampai Semoga Menjadi Nyata

Sampai Semoga Menjadi Nyata

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2025
Irfan tak pernah menyangka hidupnya akan seberliku ini. Kuliah dengan uang pas-pasan, tinggal di rumah saudara yang sempit di atas garasi, dan harus bertahan dengan pilihan hidup yang kadang terasa mustahil. Namun, ia tetap melangkah, berusaha mencari jalan di antara keterbatasan. Dari usaha freelance desain siluet hingga penerbitan indie, Irfan terus berjuang. Di tengah kesibukannya, ada satu nama yang tak pernah benar-benar hilang dari pikirannya-Medina. Adik kelas di pesantren dulu, yang kini menempuh jalannya sendiri. Keduanya berjalan di jalur berbeda, hanya sesekali bertemu dalam percakapan singkat di media sosial. Sampai akhirnya, takdir kembali mempertemukan mereka. Di Bandung, dalam pertemuan yang tampak kebetulan tapi terasa seperti bagian dari skenario besar yang telah disiapkan sejak lama. Tapi jalan menuju kebersamaan tak semudah yang dibayangkan. Ada mimpi yang harus dikejar, ada fitnah yang menghadang, ada perasaan yang harus diuji waktu. Ini adalah kisah tentang keteguhan, tentang harapan yang terus dijaga, dan tentang sesuatu yang dulu terasa mustahil, tetapi selalu disemogakan
All Rights Reserved
#7
beatbox
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • Berdua Menembus Barikade
  • Assalamualaikum Cinta
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • mimpi yang menyatu ( REVISI )
  • Nostagia dalam perjalanan
  • Senja Di Alaska (Sudah Terbit)
  • Dosen Killer | END✔
  • Don't Talk About Money
  • Little Scandal
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines