Jadi Apa Kita Nanti?

Jadi Apa Kita Nanti?

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
Setiap orang memiliki jalan hidup yang ditempuhnya sendiri, tidak menutup kemungkinan seseorang terombang ambing di tengah banyaknya beban yang harus di emban. Bukankah kesulitan yang kita dapatkan wajar sebagai manusiawi? فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ۝٥ fa inna ma'al-'usri yusrâ "Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" (Q.S Al-Insyirah ayat 5).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • Christian & Marsha (S2)
  • zeandra dan Marsha...
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • The Other
  • Riuh Dalam Sunyi

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines