Luka Yang Tak Terlihat

Luka Yang Tak Terlihat

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 18, 2025
Menjadi anak terakhir dalam keluarga bukan berarti hidup penuh kasih sayang. Bagi Nayla, itu justru berarti hidup dalam bayang-bayang kakak-kakaknya yang selalu lebih baik, lebih pintar, lebih segalanya. Apa pun yang ia lakukan selalu salah di mata keluarganya. Ia hanya diingat saat dibandingkan, dihakimi, dan dipaksa menjadi seseorang yang bukan dirinya. Nayla berusaha bertahan, tapi semakin ia mencoba, semakin banyak luka yang tertanam di hatinya-luka yang tak pernah terlihat, tapi perlahan menggerogoti dirinya. Sampai kapan ia bisa bertahan? Dan apakah keluarganya akan menyadari perasaannya sebelum semuanya terlambat? Sebuah kisah tentang harapan, luka yang tak terlihat, dan perjuangan untuk menemukan diri sendiri.
Todos los derechos reservados
#6
perbandingan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • NESTAPA [On Going]
  • Cerita Laut | Senan & Safa [End]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Sembagi Arutala
  • Insecure [REVISI]
  • catatan kecil nea

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido