PUISIKU: Dalam Kehidupan

PUISIKU: Dalam Kehidupan

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
Bismillahirrohmanirrohim Di setiap goresan kata dalam puisiku, tertanam cerita hati yang kubawa dalam keseharian. Ada yang terlahir lama lalu, ada pula yang baru saja kutemukan. Dan saatnya, aku berani membagi jejak rasa ini pada dunia, berharap setiap bait bisa menyentuh dan mengerti. Aku, Nadia Oktafia - penulis muda yang suka menyulam emosi dan pengalaman dalam rangkaian puisi. Dari keresahan, suka duka, hingga pengamatan kecil yang sering terlewat, kuciptakan ruang pulang bagi siapa pun yang mencari tempat untuk dimengerti. "Karena banyak hal yang tak mampu diutarakan melalui lisan, sampai akhirnya membentuk sebuah tulisan" Masih tahap belajar mohon saran & kritik nya _Happy Reading_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • SAJAK HATI
  • Rindu yang berjarak
  • sayangnya cila ke ciara
  • Pengakuan Sang Semesta
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • You are in my past and my future [END]
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

Cinta itu nyata dan bisa terjadi kepada siapa saja. Termasuk aku yang mencintai sosok idola banyak orang. Lucu bukan ? Seorang fans mencintai idolanya? Namun itu yang aku rasakan mau bagaimana lagi cinta dayang tanpa memilih siapa yang akan dicintainya ? Dan kalian tahu aku ini seorang pengecut yang tak berani menunjukan rasa cinta itu, padahal orang yang ku cinta berada disekelilingku. Aku hanya mampu memberinya puisi, sarapan, ucapan semangat, dan juga ucapan selamat jika ia meraih sebuah gelar juara. Aku melakukan itu semua tanpa memberi tanda siapa aku. Biarlah begitu jika aku dan dia jodoh kita pasti bertemu entah kapan itu. Satu yang pasti cinta ku akan selalu tumbuh untuknya. ~Eka Prisilia Rahyana Siapa sebenarnya kamu? Tulisan-tulisanmu membuatku penasaran dengan wajahmu. Sarapan yang kamu kirimkan begitu lezat. Aku selalu menikmatinya. Jika aku bertemu denganmu ingin rasanya ku ucapkan terima kasih banyak. Berkat tulisan-tulisan itu aku menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini. Apakah kamu tahu tanpa kamu sadari aku telah jatuh hati ke kamu? Aku harap kita akan segera bertemu dan mengungkapkan rasa ini satu sama lain. Aku mencintaimu walau kita belum pernah bertemu. ~Ernando Ari Sutaryadi Aku mengenalmu jauh sebelum kamu mengenalku jauh sebelum pertemuan pertama kita. Rasa itu hadir jauh sebelum kita bisa sedekat ini. Namun sayang ketika kita dipertemukan ternyata kamu mencintai dia sahabatku, tak apa sebelum kata jadian diantara kalian terucap aku tak kan berhenti untuk mengejar. Aku akan tetap memperjuangkanmu sampai pada akhirnya lelah itu menghampiriku sendiri. ~Saddam Emmiruddin Gaffar

More details
WpActionLinkContent Guidelines