SKETSA ATMA YANG TERLUKIS

SKETSA ATMA YANG TERLUKIS

  • WpView
    Membaca 1,858
  • WpVote
    Vote 118
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Feb 15, 2026
Dunia boleh meremukkanmu hingga menjadi abu, Menghujamkan kecewa hingga jemarimu kelu. Namun ingatlah, kaulah pemilik tunggal perekat jiwamu, Satu-satunya yang mampu merajut kembali pecah menjadi tuju. Yara mencoba memahami dunia melalui benang dan jarum sulamnya. Apakah kebencian yang ia terima hanyalah sebuah hiburan, ataukah sang penindas sebenarnya sedang menyembunyikan kepahitan yang jauh lebih besar? ​Lalu hadir Azam Raditya, sosok dengan punggung kokoh yang berdiri di antara sela-sela kehancuran Yara. Sebuah rahasia masa lalu membawa Azam melangkah masuk, menawarkan payung di tengah hujan kekecewaan yang tak kunjung reda. ​ Ini adalah sebuah perjalanan tentang jemari yang gemetar namun menolak untuk menyerah. Tentang bagaimana Yara merajut kembali setiap pecahan hatinya, menemukan bahwa dalam setiap sulaman perih, selalu ada ruang untuk sebuah pengampunan dan cahaya baru. Sebab terkadang kita perlu dihancurkan berkali-kali untuk tahu bagaimana cara menjadi utuh yang sesungguhnya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#347
highschoolromance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Waktu?
  • Coretan Kisah
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Sejenak Luka
  • To Heal
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • coretan cahaya

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan