SHADOW ( Selesai)

SHADOW ( Selesai)

  • WpView
    Reads 1,167
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 2, 2025
Kilasan ..... "Trus kenapa ibu marah ke Leona" Tanya ku sedikit prustasi karna tangan ibu masih di rambut ku "Kamu harus nya jaga kakak kamu ini semua salah kamu Liani jadi seperti ini" Apa katanya ini salah ku jelas jelas Liani yang melakukan nya kenapa aku yang salah ........ "Aku cuman mau tes dia doang kok dia beneran suka kamu apa gak, eh ternyata semua sama aja. Hahahah aku itu selalu jadi pusat perhatian Leona, kamu cuman bayang-bayang ku saja" ........ "Kamu mau jadi istri saya? " Ucap ku, tiba-tiba Leona tersedak "Bapak gak lagi ngeprank saya kan? " ...... "Leona! Kamu jangan pernah dekat-dekat lagi dengan pak Raka. Ingat, jangan usik kehidupan kakak kamu" Ahh rasanya muak sekali selalu aku yang dituduh mengusik Liani. ..... "Berani kamu bicara keras ha! Aku bersumpah sangat menyesal melahir kan mu" "Aku juga menyesal punya ibu kaya ibu, ibu pikir Leona mau di lahirkan dari ibu kaya ibu ha! Engga! Leona gak mau. Hiks... Hiks" ..... "Leona maafin ibu. maaf, tolong kamu beri saja pak Raka ke Liani, kasihan dia dan anaknya. Ibu mohon kamu mengalah demi Liani" Apa yang ibu katakan mengalah, aku cukup mengalah selama ini "Gak! Leona gak mau! Leona capek ngalah terus sama Liani bu, ibu pikir pak Raka mau sama Liani, gak bu pak Raka cuman mau sama Leona" Ucap ku dan menarik pak Raka keluar dari rumah Cus langsung baca aja Hehehehe
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Wrongful Encounter [COMPLETED]
  • Dara Ajudan
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Arsyilazka
  • Tentang Azriel
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • Pasutri Bobrok [ END✔ ]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines