Code Blue: Voice of the Pain

Code Blue: Voice of the Pain

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di antara hidup dan mati, suara siapa yang paling nyaring? Sebagai dokter spesialis emergensi medis di RS Sentosa, Dr. Jessica Agustina Salim, Sp.EM, hidupnya tak pernah lepas dari tekanan. Setiap detik di IGD adalah pertempuran melawan maut, dan sebagai kepala instalasi gawat darurat, tanggung jawab yang ia pikul lebih berat dari yang bisa dibayangkan siapa pun. Namun, Jessica bukan hanya dokter biasa-ia adalah putri dari dua legenda dunia medis, sebuah bayangan besar yang terus membayangi langkahnya. Di sisi lain, Dr. Tristan Lesmana, seorang dokter umum dari keluarga biasa yang pernah bermimpi menjadi pahlawan, kini mulai merasakan bagaimana idealismenya terkikis oleh realitas dunia medis. Pukulan dari keluarga pasien, tekanan dari manajemen rumah sakit, serta rasa gagal yang terus menghantuinya membuatnya mempertanyakan kembali jalan yang ia pilih. Saat Iskandar Deswanto, seorang konglomerat berpengaruh, meninggal di bawah tanggung jawab Tristan, badai besar mulai menghempaskan IGD. Keluarga Deswanto, terutama Satrio Deswanto, tidak tinggal diam. Media mulai menggali kelemahan RS Sentosa, tekanan dari direksi semakin menyesakkan, dan Jessica berada di garis depan pertanggungjawaban. Namun, di tengah semua kekacauan itu, ada hal yang lebih dalam yang mulai mengusik Jessica-hubungannya dengan Tristan, rekan kerjanya yang dahulu hanya sebatas sahabat mulai berubah menjadi dua orang yang saling membutuhkan. Ketika batas antara profesionalisme, politik rumah sakit, dan emosi pribadi semakin kabur, Jessica harus memilih-tetap bertahan sebagai sosok dokter yang tak tergoyahkan atau akhirnya menghadapi ketakutan terbesar dalam hidupnya: bahwa ia hanyalah manusia biasa. Sementara Tristan... hanya ingin tahu, apakah dokter benar-benar bisa menyelamatkan semua orang? Atau apakah mereka hanya pion dalam sistem yang lebih besar?
All Rights Reserved
#202
doctor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Summer Elegy
  • Satu Rasa
  • DIAGNOSA RASA
  • Dokter ILY (Revisi)
  • Rekam Jejak Tritici (END)
  • Palpitasi Atrium
  • Everything is You
  • Dokter Are you Crazy? (Proses Revisi)

Bagi Mercy, kebahagiaan itu hanya dua: 1. Bisa tidur dan makan tanpa diganggu. 2. Sergio Romanos. Perjuangannya untuk mendapatkan Sergio setelah bertahun-tahun berusaha akhirnya berhasil, dan kisah cintanya bersama Sergio adalah yang terbaik--menurutnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena kemudian Sergio minta putus dengan mengatakan: "She's probably pregnant with my baby." Kebahagiaan itu lenyap sudah. ----- Bagi Andrew, malapetaka itu hanya dua: 1. Ditinggalkan. 2. Dilupakan. Dia tidak melupakan, maupun meninggalkan. Sebaliknya, dialah yang ditinggalkan. Mengubur semua masa lalunya yang tidak ingin diingatnya adalah salah satu hal yang membuatnya tetap bertahan. Tapi awan kelabunya berangsur bergerak saat dia bertemu dengan seorang residen bedah. Malapetakanya pun berlalu. ----- Klise memang mengharapkan dua tokoh utama untuk menjadi satu pada akhirnya. Tapi bukankah memang hidup harus selalu optimis untuk mengharapkan akhir yang bahagia? "Aku nggak optimis." "Bukannya hidup harus optimis?" "Seharusnya. Bukan berarti selamanya optimiskan?" "Dasar pesimis!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines