humanities and Disease Sciences

humanities and Disease Sciences

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 19, 2025
Dr. Emma, seorang dokter muda yang idealis, baru saja lulus dari fakultas kedokteran. Ia memulai karirnya di rumah sakit swasta yang terkenal di kota besar. Namun, ia segera menyadari bahwa dunia kedokteran tidak hanya tentang menyembuhkan penyakit, tetapi juga tentang menghadapi berbagai tantangan etis dan emosional. Ketika Dr. Emma bertemu dengan pasien yang menderita penyakit langka dan tidak dapat disembuhkan, ia harus menghadapi konflik batin antara kemanusiaan dan ilmu penyakit. Ia harus memutuskan apakah harus memberikan harapan palsu kepada pasien atau memberitahu kebenaran yang pahit. Saat Dr. Emma berjuang untuk menemukan jawaban, ia juga harus menghadapi tekanan dari rekan-rekannya, keluarga pasien, dan bahkan dirinya sendiri. Akankah Dr. Emma dapat menemukan keseimbangan antara kemanusiaan dan ilmu penyakit, ataukah ia akan kehilangan dirinya sendiri dalam prosesnya? mari kita ikuti kisah sang dokter yang menjalani profesinya tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • Healing You Healing Me (HIATUS)
  • Dokter Muda Genius
  • Heartbeat Trauma
  • Cinta Perempuan Biasa
  • The Resident (Cabaca)
  • lupus
  • Rasa Dalam Sujudku

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines