Pintu yang Terkunci

Pintu yang Terkunci

  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 15, 2025
Dari luar, rumah besar itu tampak sempurna. Keluarga harmonis, kehidupan serba berkecukupan, dan anak-anak yang pintar. Tapi tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik pintunya yang selalu terkunci. Zara dan Varo, dua kakak beradik yang hidup di bawah tekanan orang tua mereka. Tidak peduli seberapa keras mereka berusaha, tidak ada yang pernah cukup. Pujian hanya milik adik bungsu mereka-satu-satunya yang diperlakukan dengan kasih sayang. Sedangkan mereka? Hukuman adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami. Namun, rasa sakit bukan satu-satunya yang menghantui mereka. Bayangan-bayangan gelap mulai muncul, suara-suara berbisik di kepala mereka, seolah rumah itu sendiri menolak membiarkan mereka pergi. Ketika rencana pelarian mulai disusun, mereka sadar bahwa keluar dari rumah itu bukan sekadar tentang melawan orang tua mereka-tapi juga melawan diri mereka sendiri. Apakah mereka bisa kabur? Atau justru rumah itu akan mengurung mereka selamanya?
All Rights Reserved
#98
tekanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Kematian Saera (END)
  • Paradise
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi)
  • Cinta Yang Hilang Diantara Kebencian
  • kembar dalam luka || Joshua jeonghan - Rombak Alur
  • Sejenak Luka
  • Sebatang Kara
  • HIDDEN I (The End)

Katanya kebanyakan kematian sudah terjadi diusia 20 tahun, tapi tubuhnya bisa berjalan mengikuti alur kehidupan dengan baik. Bibirnya bisa tersenyum dan tertawa lebar, tapi matanya tanpa permisi menghujani wajahnya dengan butiran-butiran bening yang berkilau. Saera tidak tau kapan tubuhnya mati dan kapan hatinya hidup. Gadis itu hanya bisa menggerakan kakinya untuk berjalan karena kalau tidak dia akan tertinggal, otaknya dipaksa berfikir untuk menjalani kehidupan yang sepi. Bibirnya dipaksa tersenyum untuk mendapatkan orang-orang asing dalam hidupnya, dan air matanya dia gunakan untuk membuang gumpalan kekosongan yang menyesakkan dadanya. Start : januari 2025 Finish :september 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines