Ayah, Aku Lelah!

Ayah, Aku Lelah!

  • WpView
    Membaca 372
  • WpVote
    Vote 37
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 4, 2025
Ayah, aku benar-benar lelah. Bahkan untuk menangis pun rasanya tak mampu lagi. Aku merindukan pelukan hangatmu, tempat di mana dulu aku bisa menangis sepuasnya tanpa takut dihakimi. Tapi semua itu kini hanya angan-angan yang berputar di kepalaku. Pernahkah, walau sejenak, terlintas di benakmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya dirasakan putrimu? Pernahkah kau tidak marah dan menekanku, Ayah? Beri aku sedikit kebebasan, hanya sedikit saja. Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, aku mengerti segalanya, tapi aku begitu lelah. Rakitanmu yang kau anggap berhasil ini harus selalu memendam tanpa pernah bercerita kepadamu. Harus selalu tersenyum di setiap langkah hidupnya, seolah tak ada beban, seolah semuanya baik-baik saja.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
jalanterbaik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The CHOICE
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Lelah
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • LUKA AKSARA

~Melihatnya tersenyum adalah kebahagiaanmu. Tapi, apa senyuman itu masih berlaku jika ternyata dia hidup dalam ketidaktahuan? Apa kau akan mengatakan Yang sebenarnya? Sedangkan jika dia mengetahui segalanya, kau takut akan kehilangannya lagi~ ~Bukankah kita bersaudara? Kau pernah bilang bahwa tidak Ada rahasia dalam keluarga. Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu. Bisakah kau sepenuhnya percaya padaku? Apa Karena Aku Sudah terlalu banyak membohongimu?~ ~Bisakah kau hanya percaya pada kami saja? Tidak peduli itu benar atau tidak. Bukankah itu Hal Yang sangat mudah? Kau sudah melakukan itu sejak kau lahir. Jadi, tetaplah seperti itu. Jangan pernah berubah~ ~Jujurlah! Katakan sakit jika itu sakit. Jangan menanggungnya sendirian. beban itu terlalu berat untuk kau pikul sendirian. Setidaknya beri Aku kesempatan untuk memperbaikinya. Apa permintaanku ini terlalu sulit? Jika iya, katakan iya! Itu akan membuatku merasa lebih baik~

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan