Ayah, Aku Lelah!

Ayah, Aku Lelah!

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 4, 2025
Ayah, aku benar-benar lelah. Bahkan untuk menangis pun rasanya tak mampu lagi. Aku merindukan pelukan hangatmu, tempat di mana dulu aku bisa menangis sepuasnya tanpa takut dihakimi. Tapi semua itu kini hanya angan-angan yang berputar di kepalaku. Pernahkah, walau sejenak, terlintas di benakmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya dirasakan putrimu? Pernahkah kau tidak marah dan menekanku, Ayah? Beri aku sedikit kebebasan, hanya sedikit saja. Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, aku mengerti segalanya, tapi aku begitu lelah. Rakitanmu yang kau anggap berhasil ini harus selalu memendam tanpa pernah bercerita kepadamu. Harus selalu tersenyum di setiap langkah hidupnya, seolah tak ada beban, seolah semuanya baik-baik saja.
All Rights Reserved
#1
jalanterbaik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik senyumanku
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Lelah
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Di Bawah Langit yang Sama, Tanpa Jejakmu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • LUKA AKSARA

Semua orang bilang aku kuat. Katanya, aku ceria, mudah bergaul, selalu tersenyum. Tapi mereka tak tahu, senyumku hanyalah tameng dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Namaku Raya Azzalea Putri. Aku anak dari keluarga yang tak lagi utuh. Ayah pergi tanpa pamit, Ibu diam-diam menangis setiap malam, dan aku? Aku pura-pura bahagia setiap hari. Di balik senyumanku, ada rindu yang tak bisa disampaikan. Ada puluhan surat untuk Ayah yang tak pernah terkirim. Ada tangis yang kutahan sendiri dalam gelap. Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang kehilangan, harapan, dan bagaimana aku belajar bertahan saat dunia terasa runtuh. Karena tak semua luka terlihat. Dan tak semua anak bisa memilih untuk lahir di keluarga yang utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines