Мы обновили наши Правила размещения контента.
Ознакомьтесь с последними правилами, чтобы продолжать безопасно делиться историями.
SELAMAT MERAYAKAN CINTA BARUMU

SELAMAT MERAYAKAN CINTA BARUMU

  • WpView
    Прочтений 4
  • WpVote
    Голосов 0
  • WpPart
    Частей 4
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published чтв, фев. 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Тегиtagar
Selamat membaca yaaa.... Prolog Hujan deras sore itu membasahi jalanan yang dulu sering kita lewati bersama. Aku berdiri di bawah kanopi sebuah kafe kecil di sudut kota, menatap kosong ke arah luar. Dada ini terasa sesak, bukan karena udara dingin yang menusuk, tapi karena bayanganmu yang kembali hadir di benakku. Desita dan Indra memang pernah menjalin hubungan jarak jauh. Cinta yang mereka bangun dengan kesabaran dan harapan akhirnya harus kandas. Salah satu keluarga menentang hubungan mereka, memaksa keduanya mengambil keputusan yang berat. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk berpisah secara baik-baik, meskipun hati masih ingin bertahan. Kita pernah ada di sini. Duduk berdua, tertawa tanpa beban, berbagi cerita tentang masa depan yang kini tak lagi melibatkan aku dan kamu. Namun, takdir memang suka bercanda. Tak kusangka, suatu hari aku melihat unggahanmu di WhatsApp Story. Kamu memposting betapa cantiknya pacar barumu, seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kamu telah menemukan kebahagiaan yang baru. Sejak perpisahan itu, aku mencoba menjalani hari-hari tanpamu. Namun, kenyataannya tak semudah yang kubayangkan. Setiap sudut kota ini masih menyimpan jejak kita, setiap lagu yang diputar di radio seolah mengingatkan pada kenangan yang kita ukir bersama. Saat itu juga, aku sadar. Aku harus berhenti berharap. Kamu telah menemukan rumah barumu, sementara aku masih tersesat dalam kenangan yang tak beranjak. Melepaskan bukan perkara mudah. Aku butuh waktu untuk menyadari bahwa kebahagiaanmu tak seharusnya menjadi luka bagiku. Aku harus belajar menerima bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya. Malam itu, aku menulis surat untuk diriku sendiri. "Terima kasih telah mencintainya dengan tulus. Kini saatnya kamu mencintai dirimu sendiri. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya, dan kamu juga berhak menemukan kebahagiaanmu." Aku menutup kalimat itu dengan senyum tipis. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa lega.
Все права сохранены
#59
tagar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • Sekali Lagi (End)
  • She(r)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту