KVEL : Kael & Evelyn

KVEL : Kael & Evelyn

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan turun deras, membasahi aspal di depan mansion itu. Evelyn berlari secepat yang dia bisa, napasnya memburu, kaki telanjangnya terasa sakit saat menginjak kerikil di jalan. Dia harus pergi. Harus keluar dari tempat itu. Namun, baru beberapa langkah di luar gerbang, tangan kuat menariknya ke belakang. "Evelyn," suara itu rendah, berat. "Aku benci kau, Kael!" teriak Evelyn, mencoba meronta. Kael tetap diam, tak berniat melepaskannya. Hujan semakin deras, membasahi tubuh mereka. "Kau tidak dengar aku membencimu?!" suaranya bergetar, entah karena marah atau putus asa. Kael menghela napas, sedikit menunduk untuk menatap wajah gadis itu. Evelyn selalu keras kepala soal membencinya. "Aku tahu," jawab Kael, tenang. "Lalu kenapa kau tidak melepaskanku?!" teriak Evelyn lagi. Kael menatapnya dalam-dalam, hujan menetes dari rambutnya yang basah. "Kau tahu aku tidak bisa melakukan itu, Evelyn." Tangis Evelyn pecah. Ia mencoba menahannya, tapi dadanya terlalu sesak. Kael memeluknya erat, seolah ingin meredam semua gejolak yang ia rasakan. "Kau kedinginan?" tanyanya pelan. Evelyn tidak menjawab, tapi tubuhnya meringkuk dalam pelukan Kael, mencari sedikit kehangatan di tengah dinginnya hujan. "Ayo kita masuk," bisik Kael, sebelum dengan lembut menuntunnya kembali ke dalam mansion. _________________________________ ❗ Murni karya saya dan berasal dari imajinasi diri sendiri. ❗ Alur, tempat, dan kejadian hanya fiktif. ❗ Dilarang keras mengcopy atau plagiat karya ini.
All Rights Reserved
#837
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Jeff || The Devil Second Lead (End)
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Empat Mata ÷ Face To Face
  • KIARILHAM【END】
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • DIA (Completed)
  • KPOPERS VS. ANIMERS [END]

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines