KVEL : Kael & Evelyn

KVEL : Kael & Evelyn

  • WpView
    LECTURAS 118
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 22, 2025
Hujan turun deras, membasahi aspal di depan mansion itu. Evelyn berlari secepat yang dia bisa, napasnya memburu, kaki telanjangnya terasa sakit saat menginjak kerikil di jalan. Dia harus pergi. Harus keluar dari tempat itu. Namun, baru beberapa langkah di luar gerbang, tangan kuat menariknya ke belakang. "Evelyn," suara itu rendah, berat. "Aku benci kau, Kael!" teriak Evelyn, mencoba meronta. Kael tetap diam, tak berniat melepaskannya. Hujan semakin deras, membasahi tubuh mereka. "Kau tidak dengar aku membencimu?!" suaranya bergetar, entah karena marah atau putus asa. Kael menghela napas, sedikit menunduk untuk menatap wajah gadis itu. Evelyn selalu keras kepala soal membencinya. "Aku tahu," jawab Kael, tenang. "Lalu kenapa kau tidak melepaskanku?!" teriak Evelyn lagi. Kael menatapnya dalam-dalam, hujan menetes dari rambutnya yang basah. "Kau tahu aku tidak bisa melakukan itu, Evelyn." Tangis Evelyn pecah. Ia mencoba menahannya, tapi dadanya terlalu sesak. Kael memeluknya erat, seolah ingin meredam semua gejolak yang ia rasakan. "Kau kedinginan?" tanyanya pelan. Evelyn tidak menjawab, tapi tubuhnya meringkuk dalam pelukan Kael, mencari sedikit kehangatan di tengah dinginnya hujan. "Ayo kita masuk," bisik Kael, sebelum dengan lembut menuntunnya kembali ke dalam mansion. _________________________________ ❗ Murni karya saya dan berasal dari imajinasi diri sendiri. ❗ Alur, tempat, dan kejadian hanya fiktif. ❗ Dilarang keras mengcopy atau plagiat karya ini.
Todos los derechos reservados
#913
couple
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Unexpected Stranger
  • THE CLIMB [Completed]
  • KIARILHAM【END】
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • STARLIT REVERIES
  • Stay (Away)
  • KAELVOSS
  • Jeff || The Devil Second Lead (End)

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido