1460 Days

1460 Days

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 17, 2025
Julia "lo itu pembawa sial, apa lo mau Ramon bernasib sama seperti Akbar yang mati karena lo" Bian "pertunangan ini adalah langkah awal kau menderita, Reva. Karena dirimu aku kehilangan sahabat sekaligus orang terpenting dalam hidup. Dan semua kesakitan yang Akbar alami, akan aku balaskan. Akbar.. kau akan tenang disana setelah aku melenyapkan wanita itu" Akbar "aku akan bahagia dan tenang, jika kamu bisa bahagia dan melanjutkan hidupmu, Reva. Jangan membuatku merasa bersalah yang meninggalkanmu karena takdir. Aku ingin kamu bangkit dan membuka hati untuk orang lain yang pastinya bisa membahagiakanmu melebihi aku.." Ramon "beri aku kesempatan untuk bisa menjadi bagian dalam hidupmu, dan sampai kapan pun aku siap menunggu. Sampai hatimu sembuh dan bisa menerima orang baru, Reva. Dan aku mohon jangan menyiksa dirimu dengan rasa bersalah yang bukan karena mu" Reva "apa aku pantas hidup bahagia setelah kehilangan separuh kebahagiaanku? Mimpi dan kenangan itu selalu hinggap dan membuatku sulit melupakanmu, Akbar. Jika waktu bisa di putar, aku akan mencegah semuanya agar kau bisa hidup lebih lama. Aku tidak pantas bahagia karena sudah merampas kebahagiaan orang-orang yang menyayangimu" 1460 hari, Reva mencoba berdamai dengan hatinya dan mengubur semua kenangannya bersama Akbar. Ia tidak ingin membuat Akbar tidak tenang di surga. Dan mampukah ia berdamai dengan dirinya sendiri dan melanjutkan hidupnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Istri Cadangan
  • NAREVAN ✔️
  • ngger adalah vandyku
  • Di Suatu Senja
  • Irwan & Sabiya ( Tamat )
  • Turning Point [Completed]
  • My Dear Jannah
  • ARKASYA

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines