LUKA ALLEA

LUKA ALLEA

  • WpView
    Reads 347
  • WpVote
    Votes 191
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Luka Allea Tidak semua luka terlihat. Tidak semua jeritan butuh suara. Di dalam rumah itu, Allea tidak hidup-ia hanya bertahan. Hari-harinya penuh batasan, langkahnya terkekang, suaranya dipadamkan. Tapi ia tahu satu hal kalau ia bukan boneka yang bisa dikendalikan selamanya. Malam itu, ia keluar. Bukan untuk lari, bukan untuk menyerah. Hanya untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia masih bisa berdiri. Bahwa ia masih punya kendali atas dirinya sendiri. "Lea bukan tawanan. Lea hanya belum menemukan cara untuk menang." "Lea capek,kenapa harus seberat ini ujiannya Tuhan",... Tapi sampai kapan ia bisa bertahan dalam bayang-bayang luka yang terus menghantuinya? Karena tak semua rantai terbuat dari besi. Dan tak semua kebebasan berarti pergi. ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • Mahligai Sunyi
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Benalu [Terbit]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Penuh Luka (On Going)

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines