LUKA ALLEA

LUKA ALLEA

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 191
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Luka Allea Tidak semua luka terlihat. Tidak semua jeritan butuh suara. Di dalam rumah itu, Allea tidak hidup-ia hanya bertahan. Hari-harinya penuh batasan, langkahnya terkekang, suaranya dipadamkan. Tapi ia tahu satu hal kalau ia bukan boneka yang bisa dikendalikan selamanya. Malam itu, ia keluar. Bukan untuk lari, bukan untuk menyerah. Hanya untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia masih bisa berdiri. Bahwa ia masih punya kendali atas dirinya sendiri. "Lea bukan tawanan. Lea hanya belum menemukan cara untuk menang." "Lea capek,kenapa harus seberat ini ujiannya Tuhan",... Tapi sampai kapan ia bisa bertahan dalam bayang-bayang luka yang terus menghantuinya? Karena tak semua rantai terbuat dari besi. Dan tak semua kebebasan berarti pergi. ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Penuh Luka (On Going)
  • Silence In Their Minds
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • Mahligai Sunyi

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines