Story cover for Si Manis by Kaira2504
Si Manis
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
Complete, First published Feb 21, 2025
Aku hanyalah seorang siswa pindahan, meninggalkan sekolah Cina tempat aku tumbuh, lalu melangkah ke dunia baru di sebuah sekolah swasta Islam. Awalnya, aku mengira ini akan menjadi awal yang tenang, babak baru untuk menyesuaikan diri dan menemukan kenyamanan. Tapi takdir berkata lain.  

Tepat pukul 12 siang di hari pertama, teman-teman sekelasku asyik berfoto di bangku belakang kelas. Tawa riang, senyuman ceria, semua tampak normal... sampai kami melihat foto itu. Di antara wajah-wajah yang tertangkap kamera, ada satu sosok yang tak seharusnya ada. Seorang wanita dengan senyuman samar yang kami beri nama si Manis.  

Sejak saat itu, hidupku berubah. Gangguan-gangguan aneh mulai muncul, mimpi-mimpi buruk yang terasa nyata, dan rahasia kelam yang perlahan terungkap dari dinding-dinding sekolah ini. Siapa sebenarnya si Manis? Dan kenapa aku merasa... dia mengawasiku?  

Sebuah perjalanan yang awalnya hanya tentang adaptasi, berubah menjadi perjuangan untuk memahami misteri yang tersembunyi di balik senyuman samar di dalam sebuah foto.
All Rights Reserved
Sign up to add Si Manis to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" by apriani200
22 parts Ongoing
Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?
You may also like
Slide 1 of 10
Im not alone cover
PEWARIS CINCIN KUTUKAN cover
Gerbang Masa Terlarang cover
BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN) cover
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" cover
A Truth Too Late ✅ cover
Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas) cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Widya) cover
Flashback Wind cover
GIRL IN THE SHADOW cover

Im not alone

13 parts Complete

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.