Ayah, Peluk Aku. . .

Ayah, Peluk Aku. . .

  • WpView
    Membaca 0
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 21, 2025
Menceritakan tentang seorang anak yang tidak pernah mendapatkan peran Ayah, Ibu, maupun Kakak. Ia selalu merasa jika ia hanya memiliki dirinya sendiri. Di dunia yang gelap ini, penuh dengan sunyi, ia hanya bisa menyimpan takutnya, sedih nya, dan kecewa nya seorang diri. Sampai pada akhirnya, ia menemukan seseorang yang bisa membuatnya merasa tidak sendiri lagi di dunia ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • REKSA: The Last Bell
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • pelangi setelah badai
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Menggapai Asa
  • JANJI TANPA SUARA
  • Lilin di tengah hujan [END]
  • yang tak di inginkan  ( virgi )

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan