Marada paling anti orang kota. Mereka tengil. Sok keren. Hobi selingkuh. Itu menurutnya. Sampai suatu sore, seorang pria tinggi berkulit glowing keluar dari kamar mandi lalu masuk ke kamarnya. "HEI! MAU NGAPAIN?!" "Kata Bapak di luar, saya boleh menginap di sini." "Ini kamar aku. Ngapain masuk sembarang!" "Saya Galva, dari Jakarta-" "ENGGAK USAH PERKENALAN! KELUAR SEKARANG!" "MARA, DIA MEMANG MENGINAP DI SITU!" teriak Bapak dari luar. Marada membeku. Menginap? Di rumahnya? Gila. Lebih gilanya lagi, Marada harus mendampingi Galva setiap hari, dan menjaga nama baik pria kota itu dari nyinyiran warga desa. Dan Marada enggak pernah menyangka, kedatangan Galva justru bikin badai besar dalam hidupnya.
More details