Beautiful Mistake

Beautiful Mistake

  • WpView
    Reads 5,659
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
[COMPLETED] Bara tidak bisa melupakan Tina sedangkan Tina tidak bisa menerima Bara. Benang diantara mereka terlalu kusut, dan mungkin, sejak awal mereka tidak seharusnya bermain api. *** Terbiasa memastikan segala hal selalu dibawah kendali, Sabara Cillian Soedibyo tidak pernah menyangka bahwa kesepakatannya dengan Tina justru mengubah segalanya. Sandiwara yang seharusnya berakhir di panggung, justru menjebak Bara dalam permainannya sendiri. Wanita itu datang sebagai bagian dari rencana, tapi pergi membawa sebagian hatinya. Jadi, ketika Tina kembali muncul dihadapannya, Bara tidak ragu. Dia bersumpah tidak akan membiarkan Tina lepas lagi dari genggamannya. Dihantui rasa bersalah yang terus membayangi, Attina Najwa Firdaus terjebak dengan luka yang tak kunjung sembuh. Akan tetapi, ketika dia mulai merasa mampu berdamai dengan rasa sakitnya, takdir memaksanya kembali berhadapan dengan Bara, pria yang menjadi alasan atas kesalahan terbesar yang pernah dia perbuat. *** Rate: [18+] Started: 21 Sept 2025 Finished: 09 May 2026
All Rights Reserved
#728
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Metro Prince
  • Price Of Love [on going]
  • Reconcile
  • Gayatri Gauspuspita
  • All We Need Is Love
  • Kiss You Goodbye
  • Chasing Honesty
  • Tertanda, Milikmu
  • Fall Apart
  • Narasi Sendu

Marada paling anti orang kota. Mereka tengil. Sok keren. Hobi selingkuh. Itu menurutnya. Sampai suatu sore, seorang pria tinggi berkulit glowing keluar dari kamar mandi lalu masuk ke kamarnya. "HEI! MAU NGAPAIN?!" "Kata Bapak di luar, saya boleh menginap di sini." "Ini kamar aku. Ngapain masuk sembarang!" "Saya Galva, dari Jakarta-" "ENGGAK USAH PERKENALAN! KELUAR SEKARANG!" "MARA, DIA MEMANG MENGINAP DI SITU!" teriak Bapak dari luar. Marada membeku. Menginap? Di rumahnya? Gila. Lebih gilanya lagi, Marada harus mendampingi Galva setiap hari, dan menjaga nama baik pria kota itu dari nyinyiran warga desa. Dan Marada enggak pernah menyangka, kedatangan Galva justru bikin badai besar dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines