Ruang Harsa

Ruang Harsa

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 17, 2025
"Perempuan itu tidak perlu ngotot untuk sekolah tinggi-tinggi, karena nantinya hanya akan menyandang gelar istri yang mengelola urusan dapur, kasur, sumur." Stigma itu sudah biasa didengar oleh Farah, bahkan semenjak dirinya masih kecil. Sedikit rasa tidak terima terbersit kala para orang tua di lingkungannya memberikan wejangan kepada setiap anak-anak perempuan mereka mengenai prinsip hidup itu. Kata "mengapa" terus saja muncul di kepalanya. Mengapa perempuan hanya boleh berurusan dengan dapur, kasur dan sumur? Mengapa perempuan tidak boleh sekolah tinggi-tinggi? Mengapa perempuan tidak boleh punya cita-cita lain? Dan hal inilah yang membuat hubungan asmara Farah kandas, karena ia memilih menjadi wanita berdaya alih-alih pasrah mengikuti "kodrat" apa adanya seperti keinginan mantan kekasihnya. Begitulah Farah kemudian membentuk stereotipe di kepalanya bahwa laki-laki akan selalu memaksa perempuan memenuhi "kodrat" itu tanpa memberi celah. Tapi, seseorang mampu membuat retakan pada keyakinan Farah, membuat sedikit retakan itu jadi ruang yang manis untuknya. Harsa.
All Rights Reserved
#197
karier
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Beauty and the Boss
  • Nearby Relations
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • MINE (END)
  • Masa laluku Masa depanku
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • [END] When the Stars are Tired
  • Informed Consent

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines