Can't Be Without You

Can't Be Without You

  • WpView
    Dibaca 54
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 26, 2025
WpInfo
Fiksi Penggemar
NCT
Hujan turun seperti tirai kelabu, memburamkan dunia di luar jendela. Aroma tanah basah bercampur dengan udara dingin yang merayapi kulit. Ayara membeku di tempatnya, memandangi titik-titik air yang jatuh tanpa henti. Tangannya mengepal di sisi tubuhnya, kukunya menekan telapak tangan hingga terasa sakit. Ia benci hujan. Hujan yang dulu terasa menenangkan kini berubah menjadi pengingat akan kehilangan. Tentang malam itu. Tentang seseorang. Tentang bagaimana semuanya berakhir begitu cepat, begitu brutal, seperti dunia tidak pernah peduli pada mereka sejak awal. "Kalau nanti aku nggak ada... kamu bakal tetap ingat aku, kan?" Suaranya berbisik di ingatan Ayara, menciptakan retakan baru di hatinya yang sudah penuh luka. Ia bisa mengingat setiap detail cara nya tersenyum meski lelah, bagaimana matanya bersinar demi menghiburnya yang selalu menyedihkan setiap harinya. Tapi Ayara tidak pernah mengira sesuatu akan terjadi begitu cepat. Begitu kejam. Ia ingat malam itu. Bagaimana hujan turun lebih deras dari biasanya. Bagaimana jalanan begitu licin, lampu-lampu kota membias di genangan air, menciptakan refleksi yang kacau. Ia ingat betapa dinginnya tangannya saat meraih ponsel, napasnya tersengal ketika melihat nama nya berkedip di layar. "Aya... aku takut." Tiga kata itu. Tiga kata yang kini menghantuinya. Detik berikutnya adalah kekacauan. Suara rem mendadak, benturan yang terdengar lebih nyaring daripada gemuruh hujan, lalu sunyi. Dada Ayara mencengkeram perasaan yang sama seperti malam itu-ketakutan yang tidak terjelaskan, seakan-akan waktu berhenti, seakan-akan napasnya ikut terhenti bersama nya. Sekarang, setiap tetes hujan adalah luka baru. Setiap petir yang menggelegar membawa kembali suara nya yang memanggil namanya untuk terakhir kali. Hujan tidak pernah sama lagi. Dan Ayara... tidak pernah utuh lagi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#749
nctfanfiction
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Always Been You✔️
  • INEFFABLE | Na Jaemin✔
  • My First and Last
  • Niskala Adarma
  • Devotion [MARKHYUCK]
  • THE VELMORA || THE CROWN : SEASON 2.
  • MELAWAN RESTU | MARK LEE✔

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan