Aku, Adikku, dan Takdir

Aku, Adikku, dan Takdir

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2025
Bagiku, adikku adalah segalanya. Aku tak pintar, tak kuat, dan tak punya impian. Tapi satu hal yang aku tahu, aku ingin selalu melindunginya. Sejak kecil, aku dan Nisa dipaksa mengemis oleh orang tua kami. Setiap hari, di pinggir jalan dan di bawah terik matahari, kami menadahkan tangan demi sesuap nasi-bukan untuk kami, tapi untuk mereka yang seharusnya menjaga kami. Aku ingin berhenti. Aku ingin kembali ke sekolah. Tapi aku takut... takut mengecewakan mereka, takut kehilangan satu-satunya keluarga yang aku punya. Lalu suatu hari, Nisa menghilang. Tak ada yang peduli. Tak ada yang mencarinya. Hanya aku yang tersisa, berdiri di antara harapan yang hancur dan kenyataan yang tak memberi pilihan. Dunia ini kejam. Namun, lebih kejam lagi jika aku harus menerima bahwa semua pengorbananku ternyata sia-sia.
All Rights Reserved
#2
pengemis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Shattered Soul
  • Juan [REVISI]
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Canvas of Love (Tamat)
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • New Possessive Family
  • mandiri tanpa sosok ibu
  • Badai, Kapan Berlalu?

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines