gua abang lo bukan ade lo

gua abang lo bukan ade lo

  • WpView
    Reads 96,457
  • WpVote
    Votes 4,179
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Growth and Self-Discovery
Abuse and Trauma
Family Life
Menceritakan seorang remaja laki-laki yang hidup bersama ibu tirinya namun sayang sekali ibu tirinya harus pergi meninggalkan dirinya sendiri di usianya yang terbilang cukup muda yaitu 15 tahun, dirinya berkerja di cafe untuk membiayai kehidupanya namun karna dirinya hanya hidup sendiri membuat dirinya hidup dengan bebas dan tak jarang juga ikut balapan dan merokok Namun kebebasannya tak selamanya karna tiba-tiba saja ada 3 orang remaja yang mengaku bahwa mereka adalah adik kandungnya "Kami adalah adik kandung mu dan aku adalah kembaranmu" "Apaan anjing gj banget, dateng-dateng ngaku-ngaku ade gua" "Ck cerewet sekali kau bang, dan jangan gunakan bahasa gaulmu apalagi mengumpat" "Anj, gua tau kalo gua itu memang pengen punya ade dari dulu, tapi kenapa gua yang sulung tapi gua yang serasa jadi bungsu taik lah" Warning Typo bertebaran Kata-kata non baku Jika ada kata-kata yang menyinggung kalian saya mohon maaf Toxic No bxb(yaoi) Kalo dirasa alur jelas, langsung uq tampa di revisi Kadang tiba-tiba kata-kta yang ada di alur biasanya bisa berubah karna di perbaiki author(kalo author ga males sih) uq?? Sesuai mood author Ini cerita ke 2 ku jadi ya gono masih gj gj bgt
All Rights Reserved
#480
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salsabila🌻
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • KAIREL [END]
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]
  • ALEYA~~
  • Rion dan Baskala  ||  [RIKU.SAKUYA]

Aku yang selalu saja berada lingkup keluarga yang bisa dibilang toxic. Papa yang selalu mengurungku dalam rantai yang diciptakannya. Semua kegiatan yang akan aku lakukan harus seizin papa dulu. Aturannya yang begitu banyak menuntutku harus tunduk dibawah kuasanya. Anak perempuan harus dijaga lebih ketat dan diberitahu lebih jelas bagaimana seharusnya dia berprilaku dan tidak membuat kedua orang tuanya malu. Kata kata itu yang selalu keluar dari mulut papa ku setiap kali aku membantah ucapannya. Mamaku pun tidak bisa berbuat banyak. Mama mungkin sama denganku begitu tertekan dengan segala aturan sang kepala rumah tangga. Akupun hanya bisa patuh dengan semua aturan papa. Aku bungsu dari 3 bersaudara. Mempunyai 2 saudara laki laki membuatku juga semakin tertekan. Kedua saudara ku sikapnya sama dengan papa. Aku yang selalu dipandang tidak mampu melakukan apapun tanpa bantuan dari mereka. Hanya seorang gadis remaja yang selalu harus dijaga dengan ketat. Padahal umurku sudah menginjak 17 tahun kelas 2 sma tapi masih saja dipandang bocah kecil. Sudah 17 tahun aku hidup dibawah kekangan papa dan kedua abangku. Sebenarnya sudah cukup muak dengan semua ini. Tapi akupun tidak mampu untuk membantah papa dan abang aku. Karna sedari kecil selalu didik agar tidak pernah membantah atau melanggar aturan papa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines